PAPUA, Today – Ketua umum Persi­pura Jayapura Benhur Tommy Mano mengatakan, tim Mutiara Hitam tidak akan mengikuti turnamen yang dige­lar tim transisi bentukan kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora).

Sebelumnya, tim transisi men­gatakan bakal menggelar tiga turna­men, yakni Piala Presiden, Piala Ke­merdekaan, dan Piala Panglima TNI. Piala Presiden diperuntukkan bagi tim Indonesia Super League (ISL), se­dangkan klub Divisi Utama tampil di Piala Kemerdekaan.

“Kami tim Persipura hanya ikut kompetisi yang diakui oleh PSSI dan FIFA. Kalau kami ikut turnamen tim transisi, terus kami disanksi oleh PSSI dan FIFA, bagaimana?” tanya Tommy Mano.

Baca Juga :  Wow! Capai Rp 6 Miliar Perputaran Uang Gelaran Danau Toba Rally 2022

Mengenai kemungkinan adanya sanksi yang diberikan Kemenpora bila Persipura tak ambil bagian, Tommy Mano menegas­kan, mereka tidak takut dengan ancaman tersebut.

“Persipura tidak mau di­sakiti lagi untuk kedua k a l i n y a setelah ga­gal di laga 16 Besar AFC Cup 2015 aki­bat faktor non teknis. Persipura hanya men­ginginkan Menpora dan imigrasi datang ke Jayapura menjelaskan kepada kami, kenapa laga 16 Besar AFC Cup Persipura tidak bisa di­laksanakan,” tutur Tommy Mano.

Baca Juga :  Wow! Capai Rp 6 Miliar Perputaran Uang Gelaran Danau Toba Rally 2022

Jadi Persipura tidak akan mengikuti turnamen yang diselenggarakan oleh instansi atau Men­pora, dalam hal ini tim transisi.

“Kami tetap akan mengikuti kompetisi resmi yang diakui FIFA, yaitu Liga Super Indo­nesia dan AFC cup,” pungkasnya.

(Imam/net)