alfian mujaniSUATU hari, seorang pencuri berhasil men­curi surban Umar bin Khattab.Kemudian pencuri itu lari. Si pen­curi ini lupa bahwa Sayyidina Umar ini sakti. Dengan langkah panjangnya, sangat mudah mengejar dan menangkap si pencuri.

Dalam sekejap, Umar berada tepat di belakang si pencuri yang tiba-tiba berteriak ketakutan. Si pen­curi menduga Umar akan menebas lehernya dengan pedang. Tetapi yang terjadi justru se­baliknya, Umar berkata dengan lembut: “Aku persaksikan kepada Allah bahwa surban itu saat ini kujadikan milikmu. Katakanlah ‘aku terima’ biar api neraka tidak menyentuhmu kelak gara-gara surban ini.”

Kita sering tertipu oleh pandangan mata kita. Seseorang yang bertampang bengis, sering kita sangka jahat. Padahal, boleh jadi hatinya lembut. Memiliki hati lembut jauh lebih mulia ketimbang wajah lembut namun berhati serigala. Kelembutan sesungguhnya adalah kelembutan hati untuk selalu men­yayangi, memaafkan, dan memberi kepada orang lain. Tirulah Umar bin Khatab…!