DSC_0615

FIFA resmi menghukum Indonesia, Sabtu (30/5). Akibat sanksi itu, Asisten Pelatih Persikabo, Aliyudin, berharap PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) segera mencari solusi terbaik

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Indonesia mendapatkan sanksi dari FIFA. Tidak akurnya antara Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Kemenpora, yang berbuntut dengan pembekuan PSSI menjadi penyebab. Akibat­nya, Indonesia tak bisa ikut serta di kancah internasional saat ini, kecuali di SEA Games 2015 yang sudah berjalan.

Aliyudin sangat menyayangkan atas kondisi sepak bola Indonesia saat ini. Kom­petisi tidak berjalan, dan akhirnya sanksi FIFA pun turun karena perseteruan Kemen­pora dan PSSI. Mantan striker Persija itu pun mengungkapkan seharusnya insan sepak bola tidak boleh dibikin menderita akibat kisruh tersebut.

Baca Juga :  Atlet Kabupaten Bogor Kembali Sumbang 29 Medali Emas di PON XX Papua

“Saya berharap semoga secepatnya PSSI dan Kemenpora mencari win-win solution, agar sanksi FIFA bisa segera dicabut dan kompetisi bisa berjalan. Jangan seperti seka­rang, semua tidak jelas” ujar Aliyudin dikutip Sportsatu, Rabu (3/6/2015).

Lebih lanjut dikatakannya, hal itu juga berdampak pada Persikabo yang kembali meliburkan para pemainnya untuk kali ketiga. Dirinya baru akan menyusun program latihan setelah ada kepastian dari PSSI dan tim tran­sisi terkait penyelenggaraan kompetisi.

PSSI dan Kemenpora hingga saat ini be­lum memberikan solusi baik untuk sepak bola Indonesia. Akibatnya, FIFA pun men­jatuhkan sanksi. Hal itu berdampak kepada klub negeri ini dari kasta kompetisi tertinggi hingga terendah yang kena imbasnya.

Baca Juga :  Kepulangan Eriska Agustina Atlet Tarung Drajat Asal Cisarua Peraih Medali Emas di PON XX

Mereka terpaksa meliburkan para peng­gawanya hingga batas waktu yang tak ditentu­kan. Tak terkecuali Persikabo, yang seharus­nya main di Divisi Utama Liga Indonesia 2015.

Persikabo terpaksa harus meliburkan skuadnya. Hal itu dikarenakan ketidakjelas­an jadwal kompetisi. Aliyudin beserta jajaran tim pelatih baru akan memanggil para pe­mainnya ketika jadwal kompetisi sudah jelas.

“Kami menunggu kabar kepastian dari PSSI dan Tim Transisi terkait penyelengga­raan kompetisi. Setelah ada keputusan, baru­lah kami menyusun jadwal program latihan. Untuk sementara, tim kami liburkan. Percu­ma juga jika kami menggelar latihan, karena saat ini jadwal kompetisi pun tidak jelas. Yang jelas, kami berharap agar PSSI dan Ke­menpora bisa cari solusi yang terbaik untuk sepak bola Indonesia,” ujarnya.