alfian mujaniSEORANG ibu muda bercerita tentang kerinduannya terhadap Presiden Soeharto. Ketika penguasa Orde Baru ini lengser, dia adalah mahasiswi yang mendukung gerakan reformasi, mes­ki tak sampai tidur di Gedung DPR RI. Wanita ini seusia Budi­man Sujatmiko, anak muda dari Bogor yang getol menghujat Pak Harto. ”Saya merindu­kan Pak Harto dengan segala keteraturannya dalam memimpin bangsa ini,” ujarnya.

Jumlah warga Indonesia yang mulai me­rindukan era kejayaan pembangunan zaman Pak Harto mulai bermunculan di berbagai dae­rah. Bukan hanya ibu berusia 45 tahun tadi, tetapi juga mereka yang berusia jauh lebih muda. Mereka tak mengalami dengan jelas masa kepemimpinan Pak Harto karena mereka masih sangat muda. Tetapi mereka tahu bah­wa bangsa ini pernah memiliki presiden yang sukses mewujudkan swasembada beras. Tak ada beras plastik di era Presiden Soeharto.

Yang menakjubkan lagi, anak-anak muda berusia 18-25 tahun mulai banyak yang mencari tahu siapa sesungguhnya Pak Harto. Anak-anak usia muda ini banyak berdatangan ke pesarean (makam) Pak Harto di Astana Giribangun, Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. ”Saya tahu Pak Harto dari cerita orang tua dan tetangga saya. Saya kagum dan ingin tahu banyak tentang Pak Harto,” kata Cecilia, peziarah muda Astana Giribangun. Sejarah menang se­lalu mencatat kebajikan dan kebenaran. (*)