Untitled-6

UDINE, Today – Para pelatih dari tim yang tidak mencapai target hingga akhir musim, mulai berguguran dari jabatannya. Ada yang tidak dipertahankan karena dianggap gagal mencapai target, ada pula yang memang hendak berpindah klub.

Salah satunya datang dari Udinese. An­drea Stramaccioni resmi tak akan melatih Udinese lagi musim depan. Udinese telah mengumumkan tak akan mempertahank­annya di kursi allenatore.

Stramaccioni ditunjuk sebagai pela­tih Udinese pada awal musim ini untuk menggantikan Francesco Guidolin. Na­mun kisahnya bersama Udinese harus berakhir setelah satu musim saja karena hasil mengecewakan.

Udinese hanya mampu finis di urutan 16 klasemen akhir Serie A musim ini. Ini adalah posisi akhir terburuk yang didudu­ki Zebrette sejak promosi pada 1995/1996 silam. Eks pelatih Inter Milan itu pun di­bebastugaskan.

“Udinese Calcio mengumumkan bah­wa sebuah pertemuan antara direktur-direktur dan pelatih Andrea Stramaccioni telah diselenggarakan hari ini. Pertemuan itu berakhir dengan klub memutuskan ti­dak mengambil opsi pembaruan kontrak untuk musim 2015-2016,” pernyataan Udinese di situs resminya seperti dilansir Football Italia.

“Oleh karena itu, hubungan dengan klub akan berhenti seperti semestinya yakni pada 30 Juni 2015. Udinese Calcio berterima kasih kepada Andrea Stramac­cioni atas pekerjaan yang telah dia laku­kan,” demikian pernyataan tersebut.

Selanjutnya, Sampdoria harus men­cari pelatih baru untuk musim depan. Ini setelah pelatihnya saat ini, Sinisa Mi­hajlovic, resmi meletakkan jabatannya. Kepastian soal kepergian Mihajlovic itu di­umumkan langsung pelatih asal Serbia itu dalam sebuah surat terbuka yang dilansir situs resmi Il Samp. “Ini adalah kata-kata terakhirku sebagai pelatih Sampdoria,” ujar Mihajlovic.

“Saat saya mulai melatih pada 21 No­vember 2013, tim dalam posisi yang san­gat sulit, berada di posisi buncit klasemen, terpecah belah, dan dalam krisi. Ketika saya pergi, Anda ada di posisi ketujuh dan mungkin bisa lolos ke Liga Europa,” sam­bungnya seperti dikutip Soccerway.

“Tapi terlepas dari peringkat terse­but, ada hal lain yang membuat saya bangga: saya meninggalkan tim yang pu­nya kepercayaan diri bagus, berani, dan mampu menghadapi siapapun lawan­nya,” ucapnya

“Siapapun yang jadi pengganti saya akan tahu tim ini sangat berkomitmen, profesional, pekerja keras, dan memberi­kan yang terbaik dalam latihan maupun pertandingan. Hanya inilah warisan saya. Saya bangga atas keras saya selama dua tahun ini dan saya percaya bahwa klub serta fans juga senang,” ungkapnya

Usai pergi dari Sampdoria, Mihajlovic kencang dikabarkan bakal menjadi pela­tih baru Napoli yang juga baru saja diting­gal Rafael Benitez. Selama hampir dua tahun menangani Sampdoria, Mihajlovic menorehkan 21 kemenangan, 17 seri, dan 16 kekalahan.

“Mungkin akan mudah jika saya ber­tahan di sini: Saya tahu bahwa saya dihar­gai fans dan klub. Tapi saya pikir itu akan menghambat perkembangan saya dan juga mungkin untuk tim. Saya sudah pu­nya tujuan dan berhasil meraihnya. Kini saatnya saya mencari tantangan lain,” tu­tup Mihajlovic.

(Adil)