_MG_7536

Era globalisasi melahirkan persaingan ketat dalam segala bidang, termasuk di dunia kerja. Diperlukan strategi jitu memenangkan persaingan, diantaranya mengembangkan sikap kreatif dan inovatif disertai karakter yang baik. Pembentukan sikap itu dipengaruhi banyak faktor diantaranya lingkungan, keluarga dan pendidikan.

Oleh : RIFKY SETIADI
[email protected]

Prestasi akademik yang gemilang dan tingkat intelegensi yang tinggi tanpa disertaikarakter yang baik ternyata tidakmenjamin manusia tersebut ber­hasil di tengah masyarakat. Pendidikan harus melihat urgensi pembangunan karakter indivi­du yang memiliki sikap kreatif dan inovatif. “Ti­dak semua mahasiswa mampu untuk mengem­bangkannya di luar hard skill, mahasiswa perlu diajarkan Character Building, Employbility Skill, dan Entrepreneur Skill. Pelatihan semacam ini menjadi penting dan tak bisa ditawar lagi untuk dilakukan saat ini di dunia pendidikan,” ungkap Hj. Karmanah, SP.M.Si, Kepala Biro Humas dan Kemahasiswaan Universitas Nusa Bangsa (UNB) Bogor, usai roadshow sosialisasi program “Talent Management Development Pro­gramme (TMDP)” yang digelar BOGOR TODAY bersama 3C Virtual Human Capital pada Sabtu (30/05/2015) lalu di dua tempat terpisah, kampus UNB Bogor dan STIE Bina Niaga Bogor.

TMDP menghadirkan pembicara Ismet Ali, ATP., ACP, Konsultan dan Master Coach Soft Skills di Universitas, Agro-industri dan IT indus­tri. Selain Ismet, pelatihan ini juga menghadirkan Metta Paramita, psikolog yang juga Konsultan Manajemen SDM PT. 3C Virtual Human Capital, Jakarta. “Lulusan sarjana saat ini harus berba­sis bakat (talent). Kalau tidak, sama saja seperti lulusan SMA,” ungkap Ismet. Lelaki kelahiran Langsa, 17 Agustus 1960 ini juga menegaskan pengangguran terbesar justru terjadi di usia produktif. “Mereka tidak siap untuk terjun ke dunia kerja karena tidak mengetahui bakatnya dan kurangnya kompetensi manajerial (Soft Skills),” ujar alumni IPB ini.

Baca Juga :  Kabupaten Bogor Jadi Kambing Hitam Pelonggaran Aktivitas Masyarakat Kota Bogor

Sementara Metta Paramita mengungkap­kan saat ini tren perusahaan mulai mengarah perekrutan berdasarkan bakat dan kompetensi. “Bakat seb­agai potensi yang dimiliki setiap mahasiswa ber­asal dari aspek karakter, value, belief dan target hidupnya sebagai aspek personal,” ungkapnya. Se­lain itu, sebesar 80 persen kompetensi manajerial mempengaruhikeberhasilan karir profesionalnya. “Potensi dapat diketahui melalui analisa psikologi (Psychometric Analysis), sehingga setiap mahasiswa akan terlihat kecenderungannya, apakah mau, bisa dan mampu dalam bekerja,” ujar Metta.

Untuk itulah, TMDP diciptakan agar memperli­hatkan talent mapping dan kompetensi manajerial bagi mahasiswa dan sarjana S1 yang akan memasuki dunia kerja agar sesuai dengan kebutuhan dunia in­dustri. Seluruh program ini bertujuan untuk mem­bentuk lulusan yang bisa bekerja dan sukses, baik dalam dunia kerja maupun bisnis. Mahasiswa dan Sarjana juga bisa dijaringkan dalam sejumlah peker­jaan yang siap dan terbuka bagi peserta TMDP. Kare­na itulah, pada 5 dan 6 Juni 2015 mendatang akan dilakukan testing dan seleksi pertama peserta TMDP untuk mengetahui bakat mahasiswa atau peserta se­cara total. Seleksi ini akan digelar di ruang seleksi BOGOR TODAY, Jl. Heulang No. 9 Bogor.

Baca Juga :  Setu Lebak Wangi Destinasi Wisata Baru di Kabupaten Bogor

Kenyataan menunjukkan bahwa lebih dari se­ratus ribu lowongan pekerjaan di Indonesia tidak terisi. Ini karena, mendapatkan calon karyawan yang berkualitas dan professional di Indonesia ti­dak selalu mudah. Hal tersebut disebabkan antara lain karena ketidaksesuaian antara job requirements dengan kompetensi calon. Bajak-membajak tenaga profesional dan headhunting masih sering terjadi hingga saat ini. Tenaga profesional asing masih ban­yak dipekerjakan untuk menduduki posisi-posisi ter­tentu terutama di perusahaan besar yang berorien­tasi internasional. Berdasarkan kenyataan ini, SDM handal dan yang berkompetensi tinggi harus disiap­kan. Itulah sebabnya, TMDP menjadi tantangan bagi merekayang siap menjadi pemenang.