menpan-yuddy-chrisnandi-kunjungi-dispenda-kalbar_20150424_165055BANDUNG, Today – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Bi­rokrasi (Menpan-RB) Yudi Chrisnandi priha­tin dengan kekisruhan persepakbolaan di Indo­nesia yakni perseteruan antara Menpora-PSSI yang berdampak pada kompetisi sepakbola na­sional menjadi terhenti.

“Saya prihatin den­gan kondisi ini. Sepakbola ini kan olahraga rakyat. Pembekuan PSSI ini me­miliki dampak sosial yang tinggi,” kata Yudi usai Grand Launching Lembaga Indone­sia Public Policy and Business Development (IP&B) di Band­ung, Selasa.

Dikatakannya, akibat kisruh persebakbo­laan tanah air me n y e ­b a b ­k a n ko m p e t i s i sepakbola di Indonesia berhenti.

“Ini san­gat berpen­garuh pada masa depan sepak bola tanah air. Contohnya nasib masa depan pe­main, istri, dan anak-anaknya bagaimana kalau mereka berhenti seperti ini. Inilah dampak sosial yang perlu kita sele­saikan,” kata Yudi.

Oleh karena itu, ia mengharap­kan permasalahan antara PSSI dengan Menpora Imam Nahrawi dapat diselesaikan secepatnya.

Baca Juga :  Kepulangan Eriska Agustina Atlet Tarung Drajat Asal Cisarua Peraih Medali Emas di PON XX

“Saya pendukung Persib, dan saya mengharapkan dalam waktu tidak lama Menpora bisa segera mengambil kebijakan yang akan menghidupkan kembali kompe­tisi sepakbola,” kata dia.

Dirinya tidak rela jika tim ke­sayangangnya Persib Bandung tidak bisa lagi bermain untuk menghibur masyarakat akibat kisruh antara PSSI dengan Men­pora.

“Saat ini Persib su­dah meradang, kita juga meradang. Rakyat Jawa Barat ke­h i l a n g a n h i b u r a n ­nya Persib B a n d u n g . Saya ingin masyarakat Jabar berbi­cara langsung ke Menpora, sebagai ma­syarakat Jabar akan tanya lang­sung ke Menpora, apa yang sebenarnya terjadi,” kata dia

Mental Pemain Muda Terganggu

Kondisi sepak bola Indonesia saat ini belum memperlihatkan perbaikan, usai penghentian kom­petisi dan sanksi FIFA. Mayoritas klub membubarkan diri. Hal itu pun sudah diwacanakan oleh Pers­ib, yang berencana membubarkan pemainnya akhir bulan ini.

Baca Juga :  Kepulangan Eriska Agustina Atlet Tarung Drajat Asal Cisarua Peraih Medali Emas di PON XX

Melihat kondisi itu, gelandang PERSIB Atep khawatir motivasi pemain muda ikut mengkerut. Meskipun, ia yakin kelak sepak bola nasional akan berangsur nor­mal.

“Khawatir tentang nasib pe­main muda, motivasi mereka seperti apa. Semoga bapak yang di atas cepat akur duduk bersama cari solusi, bukan hanya debat terus bikin kita dan generasi muda kita bin­gung,” kata Atep.

Atep ternyata tidak hanya berpangku tan­gan, apa yang diha­watirkannya itu mulai diantisipasi. Melalui sekolah sepak bola yang dimilikinya, dia mulai intens turun memberikan motivasi untuk pemain mudan­ya. Tentunya, hal itu pun ditambah dengan semangat yang diberi­kan keluarga.

“Selain anak-anak di SSB A7, anak dan istri saya juga menjadi moti­vasi pribadi saya, walau­pun keadaan seperti ini saya tetap harus tegar. Memang mereka menjadi motivator saya,” pungkasnya.

(Imam/net)