HL-(-di-croop-)DPRD Kota Bogor benar-benar sudah tak bisa diandalkan dalam menangani perkara intervensi lelang yang dilakukan Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman. Laporan yang sudah diserahkan Forum Ormas Bogor Bersatu (FOBB), kepada DPRD Kota Bogor, tak kunjung ditindaklanjuti.

Oleh : Rizky Dewantara
[email protected]

Ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono, men­gatakan, rapat yang sudah dilakukan Badan Musy­awarah (Bamus) belum mendapat keputusan yang bulat. Dirinya kembali memaparkan, semua dikembalikan kepada semua hak ang­gota masing-masing fraksi, meskipun ada tiga wacana yang sudah disiapkan yaitu, dibentuk panitia khusus (pan­sus), interplasi, dan hak angket.

“Tidak bisa saya putuskan sendiri, tapi saya dengan PDIP, sudah memi­liki suara yang bulat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemerintah Kota Bogor Ingatkan Pentingnya Edukasi Bahaya HIV/Aids Bagi Anak dan Remaja

Untung Maryono kembali menekankan, bahwa bamus akan di­lakukan sesegera mungkin, perkiraan pekan ini akan digelar bamus sesi dua yang didalamnya membahas perka­ra yang dilakukan Usmar Hariman, dalam aduan yang dilakukan FOBB.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor, Yus Ruswandi, menceritakan, sebelum ormas men­demo Balaikota Bogor, beberapa pe­kan lalu. Dirinya mengatakan, sudah mengadakan rapat konsultasi DPRD Kota Bogor dengan memanggil Wa­likota dan Wakil Walikota, didalam pembahasan itu ada empat point ter­masuk ULP.

“Kami menegaskan untuk mengembalikan semua kewenangan dan tupoksi kepada SKPD masing-masing diputuskan dalam rapat tersebut,” tegasnya.

Anggota dari Fraksi Partai Golkar itu, kembali mengatakan, untuk kasus intervensi yang dilaku­kan Usmar Hariman, kesepakatan yang sudah disepakati dalam rapat konsultasi telah dilanggar Usmar Hariman, berdasarkan laporan yang disampaikan FOBB beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  17 Pelajar Bersenjata Tajam Diamankan Polisi di Bogor

Ditempat berbeda, Koordina­tor FOBB, Bennignu Agroebie men­gatakan, para wakil rakyat harus ber­tindak cepat dalam menyelesaikan kasus ini. Dirinya mengatakan, Kota Bogor harus dipimpin oleh pemimpin yang tegas dan bersih. “Jangan sam­pai anggota dewan masuk angin, atau takut untuk mengungkap kasus ini,” paparnya.

Bennignu menegaskan, jangan sampai ada main mata diantara ang­gota dewan. Dirinya mengaku akan mengerahkan massa demi mem­pertegas keseriusan FOBB dalam pel­aporan. (*)