IMG_2684Menpora bertekad akan terus menggelar kompetisi Piala Kemerdekaan meski mendapat kritikan dari banyak pihak. Dia memastikan kompetisi sudah 100 persen siap digelar pada Sabtu (01/07/2015). “Klub yang ikut terus bertambah, hingga saat ini sudah mencapai 18 klub,” katanya.

Menpora juga siap pasang badan untuk klub yang ikut liga kemerdekaan. Klub pun tidak perlu takut dengan ancaman sanksi dari PSSI seperti akan dikeluarkan dari keanggotaan. Dirinya juga membantah bahwa Piala Kemerdekaan kompetisi ilegal. Penyelenggara liga adalah lembaga negara, sehingga produk yang dihasilkan tidak ilegal.

“Kami hanya ingin tetap ada pertandingan yang berjalan, jadi insan persepakbolaan Tanah Air tidak kehilangan ladang. Jangan malah ditakut-takuti, sekarang bukan zamannya. Siapa bilang ilegal, jangan menentang negara,” kata dia.

Beberapa klub yang dulunya tidak berniat ikut, mendaftar menjadi kontestan. Salah satu klub asal Madura, Persepam Madura Utama (dulunya Madura United), memastikan ikut liga kemerdekaan besutan Kemenpora.

Baca Juga :  Mengintip Fasilitas Stadion Al Bayt Qatar yang Digunakan Sebagai Ajang Piala Dunia 2022

Asisten Manajer klub, Nady Mulyadi, mengatakan keputusan untuk ikut kompetisi diluar PSSI justru untuk menyelamatkan pemain agar tidak menganggur. “Pemain dan pelatih menyatakan siap berkompetisi, habis lebaran seluruh pemain akan berlatih kembali,” kata dia.

Nady menegaskan manajemen Persepam sudah siap dengan semua konsekuensi yang akan dihadapi termasuk adanya sanksi dari PSSI. “Kami siap dijatuhi sanksi, toh PSSI sudah dibekukan,” kata dia.

Selanjutnya, Setelah sempat menyatakan tidak akan ikut Piala Kemerdekaan, Persis Solo akhirnya mengubah kebijakan mereka, dan mendaftar menjadi peserta turnamen yang digelar tim transisi bentukan Kemenpora tersebut. Persis sebelumnya sempat menyampaikan keengganan ikut Piala Kemerdekaan, karena tidak langsung dikelola Kemenpora. Manajemen Persis menyatakan, bila Piala Kemerdekaan dikelola Kemenpora, mekanisme turnamen bakal ditanggung pemerintah.

Namun hal itu berubah setelah jajaran direksi PT Persis Solo Saestu berkonsultasi dengan penasihat Persis sekaligus Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo. “Setelah berkonsultasi dengan Pak Rudy, akhirnya kami memutuskan mendaftarkan diri jadi peserta Piala Kemerdekaan,” kata Direktur PT Persis Solo Saestu, Paulus Haryoto.

Baca Juga :  Mengenal Krav Maga, Teknik Bela Diri yang Digunakan Personil Militer. Wanita Wajib Tahu

Paulus berharap, tim transisi bisa memenuhi kewajiban kepada tim-tim peserta turnamen, sehingga tidak berhenti di tengah jalan. Saat ini, tim yang dilatih Aris Budi Sulistyo tersebut melangkah ke partai final Piala Polda Jateng 2015 kontra PSIS Semarang.

Terkait pemain, jajaran manajemen tengah memagari penggawa Laskar Sambernyawa. Kontrak para pemain inti rencananya akan dinegosiasi lagi usai Piala Polda Jateng 2015 untuk mengikuti turnamen tersebut.

Persis berkekuatan 24 pemain di turnamen Piala Polda Jateng 2015. Beberapa nama kurang produktif akan dievaluasi untuk kelanjutan Piala Kemerdekaan yang direncanakan kick-off pada Agustus mendatang.

“Skuat utama bakal dipertahankan. Kami segera melakukan pembicaraan terkait kesepakatan nilai kontrak pemain,” kata Direktur Sport PT Persis Solo Saestu, Totok Supriyanto.

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]