alfian mujani 240KEBAHAGIAAN dan petujuk (hidayah) merupakan dua sa­habat yang tak boleh terpisahkan. Kebaha­giaan tanpa petunjuk pasti hanya kebaha­giaan semu. Kebaha­giaan abadi—dunia akhirat—hanya milik mereka yang bisa menyatukan keba­hagiaan dengan hi­dayah. Yaitu orang-orang yang gaya dan pola hidupnya sesuai hidayah.

“Barang siapa mengikuti hidayah-Ku, maka dia tidak akan tersesat dan tidak akan menderita.” Ayat ini menjamin siapapun yang menyesuaikan tata kelola kehidupannya dengan hidayah, mereka akan sesalu berada di jalan lurus menuju kebahagiaan sejati.

Baca Juga :  TULUS

Sebagai mahluk berakal, kita mesti pandai membaca rambu-rambu kehidupan, mencer­mati hukum-hukum yang telah ditetapkan dan mentaatinya dengan penuh ketulusan. Cara jalan semacam ini dijamin akan mem­bebaskan kita dari sanksi “polisi kehidupan” yang berjaga sepanjang masa nonstop demi ketertiban jalan hidup.

Baca Juga :  TULUS

Selamat membaca rambu-rambu kehidu­pan! (*)