Gedung-KPK-002011BEKASI, TODAY — Teror kembali menyatroni penyidik Komisi Pem­berantasan Korupsi (KPK). Adalah Kompol Apip Julian Miftah, yang dikado benda mirip bom ke rumahnya oleh orang tidak dike­nal. Kompol Apip adalah anggota Polri yang bertugas di KPK.

“Telah ditemukan sebuah ben­da mencurigakan yang berbentuk bom dilengkapi dengan detona­tornya di depan pagar pintu rumah Kompol Apip anggota Polri yang bertugas saat ini di KPK,” terang Kasubag Humas Polres Bekasi, AKP Siswo, Senin (6/7/2015). Peris­tiwa teror bom ini terjadi, Minggu (5/7) pukul 22.00 WIB.

Menurut Siswo, saat itu Kom­pol Apip bersama istri dan anaknya pulang ke rumah. Namun saat membuka pagar me­lihat benda yang mencurigakan seperti bom.

“Kemudian kompol Apip men­ghubungi Polsek dan istri Kompol Apip yang bernama Risma meng­hubungi Ketua RT Bapak Budi Su­santo,” jelas Siswo.

Pihak kepolisian kemudian mendatangi TKP bersama piket Reskrim, Intel, dan tim iden­tifikasi. Kemudian “Gegana PMJ datang di bawah pimpinan Ipda Agung DC bersama 9 anggota langsung mengamankan, men­jinakan bom,” tutup Siswo.

Tak hanya benda mirip bom saja yang dikirimkan orang tak dikenal ke rumah penyidik KPK Kompol Apip Julian di Bekasi. Ada juga hal lainnya yang di­alami Kompol Apip seminggu sebelum­nya. “Bahwa korban seminggu yang lalu pernah mengalami teror yaitu ban mo­bil Honda Freed ditusuk-tusuk hingga bolong, lalu 3 hari kemudian mobil kor­ban disiram air keras,” jelas Siswo.

Baca Juga :  Terbakar Cemburu, Pria di Bogor Bakar Istri

Kapolresta Bekasi, Kombes David Bolly Tifaona menyebut bahwa teror yang diterima penyidik KPK, Kompol Apip Julian terkait kasus yang tengah ditangani. Saat ini Kompol Apip sedang menangani 5 kasus. “Ada beberapa, sekitar 5 kasus,” kata Plt Pimpinan KPK, Johan Budi, Senin (6/7/2015).

Namun, Johan tak mau menyebut kasus apa saja yang tengah ditangani Apip. Informasi yang didapat, Apip se­dang menangani 3 kasus besar.

Johan juga tak mau menebak-ne­bak siapa dalang teror ke Apip. Apalagi menduga-duga keterkaitan teror den­gan salah satu kasus yang tengah ditan­gani. “Kita tidak boleh langsung meng­hubungkan dengan peristiwa tertentu, terlalu dini menyimpulkan hal itu,” jelas Johan.

KPK sendiri akan memberi perlind­ungan untuk Apip. Pasalnya, istri dan anak Kompol Apip juga mengalami trau­ma dengan teror benda mirip bom yang dikirimkan ke rumahnya. “Secara inter­nal, KPK akan memberi perlindungan. Mengenai peristiwanya sudah dilapor­kan ke pihak kepolisian,” tegas Johan.

Daftar teror yang ditujukan kepada KPK dan pegawai pun bertambah pan­jang. Sejak berdiri tahun 2002, lembaga antikorupsi ini pernah mendapatkan se­jumlah teror. Mulai dari skala kecil sam­pai teror ancaman fisik.

Baca Juga :  Disdik Kota Bogor Gelar Coaching Clinic Tata Kelola Pelaporan Dana BOS

Sejauh ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait teror yang dialami penyidik KPK Kompol Apip Julian. Didu­ga, teror dengan mengirimi benda mirip bom, menyiram air keras ke mobil, dan merusak ban terkait kasus yang ditan­gani Apip di KPK. “Iya. Tadi malam yang bersangkutan kami mintai keterangan. Kami harapkan yang bersangkutan terbuka, yang bersangkutan sedang menangani kasus apa saja di KPK seki­ranya yang bisa membuat orang dong­kol atau tidak senang,” jelas Kapolresta Bekasi Kombes Daniel Bolly Tifaona, Senin (6/7/2015).

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti su­dah memerintahkan jajarannya untuk menelusuri teror tersebut. “Saya sudah perintahkan kepada Kapolda Metro, termasuk Kadensus untuk melakukan penyelidikan siapa pelakunya,” ujar Badrodin usai rapat di kantor presiden, Jl Veteran, Jakarta, Senin (6/7/2015).

Badrodin mengaku tidak tahu persis soal teror yang dialami Kompol Apip, termasuk apakah Kompol Apip sudah melaporkan hal itu kepada kepolisian. “Saya tidak tahu apakah sudah melapor tetapi kan penyidik Polri sudah datang mengolah TKP,” imbuhnya.

(Yuska Apitya Aji)