HL-Marhaban-(2)MESKI Sahur On The Road (SOTR) dilarang di Kota Bogor, jiwa kepedulian tetap hidup di ka­langan pelajar. Terutama bagi para pelajar di SMA Negeri 1 Bogor. Jalan lain kepedulian diam­bil dengan membuat gerakan sosial.

Oleh: RIFKY SETIADI
[email protected]

Larangan Sahur On The Road (STOR) di Kota Bogor di­lakukan untuk mengurangidampak negatif yang terjadi saat berlangsungnya kegiatan. Berbagai perbuatan tidak terpuji banyak ditemukan, mulai dari pelanggaran lalulintas, vandal­isme hingga resiko terjadinya tawuran. Karenan­ya, bagi para pelajar yang memang bersungguh-sungguh memiliki niat baik dan peduli terhaap sesama, semangat berbagi itu tak ada matinya. “Niat kami memang membangun kepedulian terhadap sesama di bulan Ramadhan. Ini bulan penuh magfirah, penuh kasih sayang dan ampu­nan. Jadi, meski tidak menggelar SOTR, toh niat itu bisa diarahkan dalam bentuk lain tanpa harus kehilangan rasa peduli,” ungkap Espraldy M An­dana, Ketua Panitia Marhaban 2015.

Sebab itulah, Aldy, begitu ia disapa membuat format lain untuk menggantikan SOTR bagi pela­jar agar terhindar dari resiko negatif yang tidak diinginkan pemerintah dan banyak pihak. “Kami tidak keberatan SOTR dilarang. Bentuk-bentuk kepedulian terhadap sesama masih banyak. Konsep ini merupakan konsep baru yang kami rintis untuk menjadi acuan bagi generasi kami berikutnya,” tuturnya.

Bersama dengan para pelajar satu angkatan di SMA Negeri 1 Bogor, pasukan putih abu-abu dengan nama Angkatan Pedang Platinum ini membuat kegiatan ber­tajuk “Menyambut Ramadhan Hadirkan Keberkahan” yang disingkat menjadi Marhaban. Program ini menjadi program pertama yang ditawarkan pelajar untuk meng­gantikan format SOTR. Program ini pula yang pertama kali direstui secara formal oleh pihak sekolah yang baru dipimpin oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bogor yang baru, Dra. Sri Eningsih, M.Pd yang menggantikan Drs. H. Surya Setiamulyana, M.Pd yang kini bertugas di SMA Negeri 2 Bogor.

Acara Marhaban 2015 berformat kunjungan ke panti asu­han dengan berbagai kegiatan positif yang ditawarkan sam­bil menunggu buka puasa bersama. Panitia Marhaban 2015 mengisi acara dengan belajar mengajar dan berbagi ilmu kepada anak-anak panti asuhan, menyampaikan tausiyah, menggelar berbagai lomba seperti lomba kaligrafi hingga sambung ayat hingga membuat games atau permainan yang mengandung pembelajaran Islami seperti permainan sambung ayat. Acara tahun ini digelar di Rumah Perlind­ungan Sosial Asuhan Anak (RPSAA) Cibalagung, Jl Arya Suryalaga, Kp. Babakan Sukamantri, RT O2/RW. O7, Pasir Kuda, Bogor Barat yang sukses diselenggarakan pada Rabu (01/07/2015) lalu.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Ke­siswaan SMA Negeri 1 Bogor, Basuki Rachmat, S.Pd mengungkapkan du­kungannya terhadap program baru siswa dan siswinya sebagai bentuk kepedulian dan kreativitas pelajar dalam gerakan sosial. “Sepanjang kegiatan tersebut bernilai positif, ti­dak melanggar peraturan dan men­gandung nilai edukasi yang baik bagi mereka dan masyarakat, tentu sekolah sangat mendukung dan siap mengawal kegiatan semacam ini,” ungkapnya kepada BOGOR TODAY, Kamis (09/07/2015), kemarin. Basuki menambahkan, sebagai pendidik di bidang kesiswaan ia merasa bangga ter­hadap gagasan positif yang disampaikan anak didiknya. “Sekolah dan Kepala Seko­lah yang baru menyambut baik program ini. Kami dukung dan support karena ke­giatan ini mengandung nilai pembelajaran yang jauh lebih positif ketimbang SOTR,” jelasnya.

Nilai pembelajaran itu memang di­rasakan oleh Radya Adi Wiguna, siswa kelas XII IPA ini merasa bersyukur bisa berbagi terhadap sesamanya. “Mata kami jadi lebih terbuka. Saya memetik hikmah bahwa betapa kita harus pandai bersyukur dengan kondisi yang kita miliki saat ini. Ternyata kita memang harus lebih banyak peduli terhadap lingkungan sos­ial kita,” ujarnya. Hal yang sama dirasakan oleh Far­ras Muhammad Furqon, siswa kelas XII IPA ini juga merasa senang dengan model program ini. “For­mat kegiatannya lebih enjoy. Kami benar-benar menikmati suasana ber­bagi, begitu juga dengan adik-adik yang kami kun­jungi merasa senang dan akhirnya menjadi jalinan silaturahmi,” ungkapnya.

Sementara siswa kelas XII IPA lainnya, Salviady mengutarakandirinya banyak belajar setelah melaku­kan kunjungan ke panti asuhan tersebut. “Ternyata kami harus lebih banyak belajar. Pengetahuan dan semangat keagamaan yang dimiliki adik-adik di Panti Asuhan san­gat baik dan kuat. Disiplin dan mental mereka juga luar biasa. Ini menjadi nilai instropeksi bagi kami agar bisa belajar kepada siapa saja dan dimana saja,” bebernya.

Sebanyak 61 anak asuh di RPSAA Cibalagung itu begitu tampak gembira dalam suasana itu. Bersama dengan 18 pengurus, para siswa dan siswi SMA Negeri 1 Bogor juga berkesempatan menyerahkan santunan. Penyelenggaraan Marhaban 2015 yang dirintis oleh Angkatan Pedang Plati­num diharapkan menjadi tradisi di tiap angkatan sebagai bentuk program terobosan baru. Aldy berharap angkatan berikutnya dapat menggelar acara serupa menjadi lebih baik lagi. “Berikutnya tradisi ini secara estafet ada di tangan adik-adik Angkatan Kompas Maritim. Semoga pro­gram Marhaban ini bisa dilanjutkan dengan konten dan isi yang jauh lebih baik lagi,” tegasnya. Pesan ini, tentu layak menjadi semangat bagi para pelajar lain di Kota Bogor se­bagai bentuk gerakan sosial yang bernilai edukatif, men­jadikan mereka sebagai pasukan yang kuat dan tajam, layaknya pedang platinum.