A1---130715-BogorToday-OKJALUR baru via Tol Cikopo- Palimanan (Cipali) kini menjadi primadona para pemudik ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kondisinya sejak H-7 Lebaran sudah sangat padat. Sebaliknya jalur mudik lama, Jalur Pantura saat ini malah lengang dan relatif lancar.

YUSKA APITYA
[email protected]

Data yang dihimpun BOGOR TODAY di CCTV RTTMC-Hubdat, Minggu (12/7/2015) pukul 16.30 WIB, lalu lintas mudik melewati jalur utara atau Jalur Pantura terpantau sepi. Lalu lintas dari exit Tol Cikampek di Kabupaten Purwakarta, terpantau lancar. Demikian pula di Simpang Mutiara tampak lancar. Hanya beberapa mobil melintas.

 Arus mudik juga terpantau lancar memasuki Simpang Jomin sejak pagi tadi. Minggu (12/7/2015) kemarin, lalu lintas di Simpang Jomin mulai ramai, namun tetap masih lancar terkendali. Beberapa polisi sudah siaga di Sim­pang Jomin.

Tol Cipali memang diprediksi menjadi fokus perhatian utama para pemudik mobil pribadi dan angku­tan umum. Akibatnya kemacetan di Tol Cikampek terkuras habis sampai hari ini. “Mobil pribadi berkurang 91 persen di Tol Cikampek pada H-5 ini dibanding H-5 Lebaran tahun 2014 lalu,” jelas Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Jabar, Minggu (12/7/2015) petang.

Selain ada penurunan volume kendaraan di Tol Cikampek hingga 91% dibanding tahun lalu, kemacetan juga menurun 10% dibanding tahun lalu. “Kemacetan turun 10 persen dari kendaraan pribadi, motor, angkutan umum dibanding H-5 tahun lalu,” jelas dia.

Puncak mudik lewat jalur darat sendiri diprediksi akan terjadi mulai H-3 sampai H-2 Lebaran nanti. “Pun­cak kemacetan itu puncaknya H-3 dan H-2,” jelas Bharata.

Baca Juga :  TULUS

Hal itu dikatakan Barata saat ditemui di Posko Nasional Terpadu Angkutan Lebaran 2015 di Gedung Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (12/7/2015). “Sekarang sudah mulai terdistribusi (arus mudiknya). Jadi Senin sudah be­rangkat, atau Selasa. Prediksi, Rabu yang padat,” imbuh dia.

Banyak kendaraan-kendaraan mu­dik yang menggunakan fasilitas jalan tol membuat PT Jasa Marga Tbk sebagai operator jalan bebas hambatan ini me­nyatakan akan ada peningkatan lintas harian rata-rata (LHR) di sejumlah ruas.

Direktur Utama Jasa Marga, Adity­awarman mengatakan, sejak H-5 Leba­ran kendaraan sudah mulai memadati sejumlah ruas tol, terutama Jakarta-Cikampek, Cikopo-Palimanan dan juga Purwarkarta-Bandung-Cileunyi.

Menurut Adit, di ruas tersebut akan kenaikan lalu lintas. “Lintasan utama Cikampek-Bandung-Semarang pasti ada kenaikan. Ramalan kita 12% naik pada puncaknya ya,” tutur Adit di Sela Acara Mudik Bersama BUMN di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Min­ggu (12/7/2015).

Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi jalan tol di dalam kota Jakarta. Karena sudah banyak kendaraan yang mudik ke luar kota, Adit mengatakan lalu lintas di jalan tol dalam kota be­rangsur menurun. “Sudah pada pu­lang kampung,” tuturnya.

Adit mengatakan, dalam hal men­gantisipasi kepadatan lalu lintas di arus mudik, Jasa Marga juga menam­bah armada pasukan. Selain itu di se­jumlah rest area di tol, Jasa Marga me­nyediakan fasilitas seperti pijat gratis, bengkel gratis dan lainnya.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Tebar Penghargaan Kampung Ramah Lingkungan Tahun 2022

Adit juga memberikan fasilitas mudik bareng untuk lebih dari 1.300 orang. Sebanyak 28 bus diberangkat­kan dari Padepokan Pencak Silat Ta­man Mini Indonesia Indah, sedangkan 10 bus lain diberangkatkan bersamaan dengan acara Mudik Bareng BUMN 2015 di Senayan. “Ada 30 bis lebih kami berangkatkan,” tuturnya.

Delapan Kecelakaan

Setidaknya ada delapan kasus ke­celakaan tunggal terjadi di Tol Cipali selama dua hari berturut-turut atau se­jak H-7 hingga H-6 arus mudik Lebaran Idul Fitri 2015. Ada dua faktor penyebab kecelakan kendaraan roda empat di tol sepanjang 116 kilometer ini.

Kasubdit Pembinaan dan Pen­egakan Hukum (BinGakum) Ditlantas Polda Jabar Kompol Matrius men­gatakan, kasus kecelakaan pada Jumat 10 Juli (H-7) tercatat tiga kejadian dan Sabtu 11 Juli (H-6) lima kejadian.

“Kecelakaan selama dua hari tera­khir ini penyebabnya karena penge­mudi mengantuk dan pecah ban kendaraan,” ujar Matrius via telepon, Minggu (12/7/2015).

Sementara H-6 terdata lima kasus yang masing-masing tiga kejadian ga­ra-gara sopir mengantuk dan dua ke­jadian penyebabnya pecah ban.

Menurut Matrius, peristiwa ke­celakaan lalu lintas di Cipali pada H-7 dan H-6 terdiri tiga kejadian di Jalur A (arah Jakarta ke Cirebon) dan lima kejadian di Jalur B (arah Cirebon ke Jakarta). Mayoritas insiden kecelakaan tersebut berlangsung antara pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. “Jadi, dua hari sudah delapan ke­celakaan yang mengakibatkan tiga orang luka ringan. Kerugian mater­inya sekitar 115 juta rupiah,” kata Ma­trius. (*)