BANYUWANGI TODAY – Aktivitas Gunung Raung kembali meningkat dan abu vulkan­iknya lagi-lagi mengganggu penerbangan. Akibat erupsi tersebut, Kementerian Per­hubungan (Kemenhub) menutup tiga ban­dara sekaligus, yakni Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, Bandara Notohadinegoro di Jember, dan Bandara Ngurah Rai di Bali.

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/7), Kemenhub menjelaskan sesuai den­gan NOTAM (Notice to airmen) No. A1493/15, Bandara Ngurah Rai ditutup mulai pukul 12.00 WIB. Aktivitas Bandara Ngurah Rai di­perkirkaan berhenti hingga Rabu sore pukul 18.00 WIB.

Baca Juga :  Gempa Besar Selat Sunda Berpotensi Timbulkan Gelombang Tsunami Hingga ke Istana Negara

Sementara untuk Bandara Blimbingsari dan Bandara Notohadinegoro sudah lebih dahulu ditutup sejak Selasa (21/7). Bandara Blimbingsari ditutup berdasarkan NOTAM No. C0602/15, sejak kemarin pukul 21.13 WIB. Sedangkan, penutupan Bandara Notohadinegoro di Jem­ber dilakukan sejak Selasa (21/7) pukul 21.24 WIB., mengacu pada NOTAM No. C0604/15.

Berdasarkan estimasi sementara, penu­tupan kedua bandara di Jawa Timur itu akan dilakukan sampai Rabu (22/7) pukul 16.00 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan saat ini abu vulkanik Gunung Raung memang mengarah ke Jember, Banyuwangi, dan Denpasar.

Baca Juga :  Pria di Sumut Ditangkap Setelah Jual Sabu ke Polisi

“Kalau lihat sebaran abu vulkaniknya yang dirilis Vocanic Ash Advisory Center, Darwin, abu mengarah ke selatan dan timur. Ke ketiga daerah tersebut,” kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Mulyono R. Prabowo kepada CNN Indonesia, Rabu (22/7). Ia juga mengatakan, ketinggian abu saat ini mencapai 17 ribu kaki atau setara dengan 5-6 ribu meter. “Itu di berada fligt level pesawat,” ujarnya.

(Yuska Apitya/net)