gedung-DPRD-kota-bogor-(5)BOGOR TODAY – DPRD Kota Bogor menjadwalkan sidang paripurna dengan agenda an­gket terhadap Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman, pada 3 Agustus mendatang. Paripur­na ini untuk menindaklanjuti laporan yang dilayangkan oleh Forum Ormas Bogor bersatu (FOBB) terkait intervensi lelang yang dilakukan Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman. Namun, sidang ini diwacanakan akan dilangsungkan tertutup. Atas keputusan ini, sejumlah elemen masyarakat mengaku kecewa.

Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Kha­dafi, mengatakan, jika sidang paripurna dilakukan secara ter­tutup, itu namanya hak angket dagelan. Dirinya menilai, DPRD Kota Bogor, tidak serius untuk membongkar adanya intervensi lelang yang dilakukan Wakil Wa­likota Bogor, Usmar Hariman.

Baca Juga :  Truk Bermuatan Galon Tabrak Kendaraan di Jagorawi, Polisi : Tidak Ada Korban Jiwa

Menurut Uchock, jika hak angket dalam sidang paripur­na dilakukan tertutup, berarti DPRD Kota Bogor, ingin main mata dengan Wakil Walikota Bo­gor, agar masyarakat Bogor, ti­dak boleh tahu hasil dari sidang tersebut. “Intinya masyarakat tidak boleh tahu negosiasi dari hak angket tersebut” Kata dia.

Uchock menyarankan, kepa­da DPRD Kota Bogor, jika ingin melakukan hak angket secara tertutup hanya internal anggota dewan saja yang mengetahui dan tidak boleh diketahui pub­lik. Ia menegaskan, akan lebih baik jika tidak boleh membuat hak angket tersebut, karena DPRD Kota Bogor, hanya bikin dosa saja untuk rakyat Bogor.

Baca Juga :  Donor Darah dan Senam Sehat Meriahkan HUT ke-21 Partai Demokrat Kota Bogor

“Daripada bikin dosa, DPRD Kota Bogor lebih baik jangan membikin hak angket jika tidak boleh diketahui rakyatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator FOBB, Benignnu Agrobie, men­gatakan, dewan itu wakil rakyat jangan sampai dewan menge­biri hak masyarakat Bogor, si­dang paripurna kenapa harus tertutup. Dirinya menegaskan, perbuatan yang dilakukan Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman, apakah dewan berani membeberkan di depan umum. “Jika sidang dilakukan tertutup, pasti timbul kecurigaan terha­dap sidang tersebut,” tandas­nya.

(Rizky Dewantara)