Untitled-15PT Taspen (Persero) menandatangi perjan­jian kerjasama dengan PT Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap). Kerjasama ini dilakukan guna membayar­kan tunjangan hari tua (THT), THT Multiguna, dan pensiun bu­lanan.

Direktur Utama PT Taspen Iqbal Lantaro mengatakan, melalui kerjasama tersebut di­harapkan dapat mempermudah pensiunan dalam mendapatkan akses layanan ketika hari tua. Sehingga, pihak terkait dalam kerjasama ini dapat memahami produk-produk Taspen. “Bank ini dapat melayani peserta Tas­pen sesuai dengan target kuali­tas layanan taspen,” tutur Iqbal.

Sementara itu, Bank Mandiri Taspen pos dinilai harus mam­pu mempertanggung jawabkan pembayaran pensiun. Terlebih, dana anggaran tersebut berasal dari APBN.

Baca Juga :  Keren, Karya Batik FridAulia Indonesia Tampil di Melbourne Australia

“Selain melalui e-dapem, PT Taspen dan Bank Mantap akan menyosialisasikan PKS ini agar kedua belah pihak saling mema­hami peranan dan fungsi mas­ing-masing dalam memberikan layanan terbaiknya,” ujarnya.

Di sisi lain, PT Taspen yang memiliki akses kepada captive market pensiunan dan database kepegawaian (PNS) yang leng­kap. Dinilai dapat mengembang­kan lini bisnis baru di segmen keuangan, dengan memperpan­jang costumer life cycle hingga layanan perbankan.

“Dan, memanfaatkan 12 ribu agennya untuk mendu­kung pengembangan bisnis jasa keuangan. Pos Indonesia akan mengoptimalkan infrastruktur dengan jaringan luas hingga ke pelosok, yakni 4.000 cabang di seluruh Indonesia,” tandasnya.

Baca Juga :  Keren, Karya Batik FridAulia Indonesia Tampil di Melbourne Australia

Sekedar informasi, dalam membentuk bank patungan ini, kata Iqbal, yakni tiga BUMN, di antaranya Bank Mandiri, Tas­pen, dan Pos (Bank Mantap) In­donesia menggunakan Sinar Ha­rapan Bali sebagai vehicle yang selanjutnya bertransformasi menjadi Bank Mandiri Taspen Pos.

Adapun komposisi kepemi­likan saham Bank Mandiri Tas­pen Pos, terdiri dari Bank Man­diri menguasai 58,25 persen saham. PT Taspen dan PT Pos Indonesia masing-masing 20,20 persen dan 1,35 persen saham dimiliki minoritas.

(OKZ/Apri)