BOGOR, Today – Ketua Harian Persatuan Tinju Amatir Indone­sia (Pertina) Kabupaten Bogor, Wolter Rumasory mewanti-wanti anak asuhnya untuk memberikan kewspadaan lebih terhadap petinju asal Indone­sia Timur dan petinju asal DKI Jakarta.

“Saya mengingatkan mereka untuk menaruh waspada tinggi terhadap petinju asal Indonesia Timur dan DKI Jakarta. Soalnya mereka memiliki fisik yang kuat dan teknik bermain yang apik. Jadi jangan terlena dengan rai­han di ajang Pekan Olahraga Daerah Jawa Barat (Porda Jabar) XII/2014 lalu,” katanya.

PON XIX/2016 juga menjadi ajang pembalasan sakit hati bagi petinju asal Kabupaten Bogor yang tergabung dalam tim inti kontingen tinju Jabar, Koesdiono yang terjungkal di PON XVIII/ Riau lalu.

Lebih lanjut Wolter men­gatakan bahwa Pertina Kabu­paten Bogor meloloskan tujuh atletnya menuju PON XIX/2016. Dirinya saat ini terus mengge­ber persiapan Koesdiono dkk. Pertina Kabupaten Bogor kini tengah menggencarakan persia­pan secara fisik maupun mental. Bahkan setelah Idul fitri, para atletnya juga akan diberangkat­kan ke luar negeri.

“Ada tujuh atlet kami yang akan memperkuat Jawa Barat pada PON XIX/2016 mendatang. Mereka masuk tim inti setelah berhasil lolos Selekda. Latihan juga terus digeber untuk kema­tangan para atlet, dan pasca-lebaran nanti. Ketujuh atlet akan mengikuti Try Out di Korea se­lama dua bulan,” ujarnya.

Baca Juga :  Ribuan Suporter Nyalakan 1000 Lilin dan Gelar Doa Bersama di Stadion Pakansari 

Sementara itu, salah seorang petinju Koesdiono (69kg), me­nyatakan siap memberikan yang terbaik. Atlet yang selalu meraih medali emas Porda tersebut akan bekerja keras untuk meraih medali emas. “Saya akan bayar kegagalan di PON Riau. Ini kes­empatan untuk meraih medali. Saya akan bekerja ekstra keras,” kata Koesdiono.

Sebagai persiapan, lati­han khusus dilakukan setiap hari. Di bawah komando James Makawimbang. Selain melo­loskan tujuh petinju ke PON XIX/2016, Pertina terus melaku­kan persiapan menjelang Porda Jabar XIII/2018 mendatang. Sejauh ini, atlet muda terus melakukan latihan.

Setelah diberikan arahan, dan materi, mereka sering dii­kutsertakan pada sebuah ke­juaraan. Belum lama ini, empat atletnya memperkuat Jawa Barat pada Kejuaraan Nasional (Ke­jurnas) Tinju Junior di Maluku Utara, Ternate. “Jam terbang dibutuhkan sebelum mereka bertarung di ajang Porda,” ucap pelatih James Makawimbang.

Empat atlet yang berpotensi memperkuat Kabupaten Bogor pada Porda Jabar XIII/2018 men­datang adalah Liliam Batuael (44kg), Felix Ririmase (54kg), Michael Mustika (52kg), dan Mi­chael Romroman (55kg). “Kami mengirimkan empat petinju, mereka bisa tampil bagus, dan membawa Jawa Barat berjaya di even Kejurnas. Ini bisa di­katakan pemanasan sebelum Porda,” lanjutnyanya.

Baca Juga :  Percasi Kabupaten Bogor Targetkan 7 Emas Pada Porprov XIV Jabar 2022

Saat mengikuti Kejurnas, atlet muda hasil binaan Pertina itu meraih satu medali emas, dan tiga perak. James sendiri mengaku cukup puas den­gan prestasi atlet junior. “Usia petinju kami yang dikirimkan masih sangat muda. Tapi, men­tal bertarungnya patut diacungi jempol. Ini menjadi pengalaman berharaga, dan kami akan latih terus sebelum turun di even Porda 2018 mendatang,” tam­bahnya.

Mikael Mustika menjadi atlet yang meraih medali emas kelas 50kg. Sedangkan medali perak disabet Welem Batuwael (46kg), Felix Ririmasse (54kg), dan Pe­trus Luturmas (60kg). “Empat atlet kami tampil di final, sayang faktor non teknis membuat ke­tiga petinju kami gagal meraih emas. Namun, ini merupakan sebuah prestasi hebat karena kelasnya nasional,” pungkasnya.

(Adilla Prasetyo Wibowo)