Untitled-10Di tengah lesunya perekenomian secara nasional maupun global, Olympic Group justeru kian agresif. Tak sekedar menjadi produsen furniture untuk melengkapi kebutuhan hunian ataupun perkantoran, belakangan pihaknya mulai melakukan ekspansi di sektor peroperti. Sejumlah proyek ratusan miliar rupiah pun dibangun, mulai dari hotel, apartemen, perumahan, resort, pergudangan hingga perkantoran. Rencananya, proyek-proyek tersebut akan dibangun di landbank milik Olympic di kawasan Sentul dan Sukabumi. Seperti apa?

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Ditemui BOGOR TODAY di ruang kerjanya, Rabu (30/7/2015), Presiden Direktur Olympic Group, Au Bintoro, memaparkan se­jumlah rencana ekspansi yang akan dilakukan hingga beberapa tahun ke depan. Salah satunya, merambah sektor properti.

Sebetulnya, bisnis properti bukan hal yang baru lagi bagi Olympic. Pasalnya, sekitar 15 tahun lalu Olympic sudah mengembangkan Kawasan In­dustri di Sentul dengan luas 125 hektare. Lalu, dua tahun terakhir Olympic juga sudah mewacanakan akan membuat Kawasan Indutsri di Sukabumi dengan luas 250 hektare.

 “Menurut saya properti masih akan menjadi prospek yang baik ke depannya. Untuk itu, kami coba kembangkan dengan membangun hotel, apartemen, perumahan, re­sort, warehouse hingga office tower,” ungkap Au.

Au mengaku tidak terlalu mengalami kesulitan berarti dalam mewujudkan rencanan­ya itu, khsusnya masalah lahan. Sebab, Olympic masih memiliki cadangan lahan di dua kawasan yang akan menjadi sasaran ek­spansinya, yakni di Sentul dan Sukabumi.

Baca Juga :  Kunci Pengembangan Bisnis Skincare, IAI Kota Bogor Gelar Seminar Didepan Ratusan Apoteker

“Lahan yang akan disiapkan untuk pengembangan sektor properti tersebut mencapai 410 hektare. Rinciannya, 10 hektare untuk kawasan Sentul dan 400 hektare di Sukabumi,” jelasnya.

Au menuturkan lahan 10 hektare di Sentul telah diban­gun untuk hotel bintang tiga dengan nama Olympic Premier Inn Hotel dan dua tower apar­temen bernama Olympic Resi­dence yang berlokasi berdeka­tan dengan tol Sentul dan Sirkuit Sentul.

“Untuk hotel sudah dilaku­kan pengerjaan 60 persen. Akhir tahun mungkin ram­pung. Yang akan menjadi oper­taorperhotelan adalah Premier Inn dari Inggris,” terangnya.

Dia menjelaskan investasi untuk pengembangan Olympic Premier Inn Hotel menelan inv­estasi sekitar Rp111 miliar. Jum­lah kamar pada hotel seluas 4.500 meter persegi itu menca­pai 152 kamar.

Adapun, lahan untuk apar­temen yang akan dikerjakan mulai tahun depan itu berdiri di atas lahan 7.000 meter persegi dengan total 350 unit. Aparte­men rencananya akan dipasar­kan Rp300 juta per unit.

Dia mengklaim, Olympic Premier Inn Hotel merupakan satu-satunya hotel bintang tiga di kawasan Sentul Bogor yang dirancang khusus bagi kalan­gan menengah. Desain yang dibuat ekslusif, kata dia, cocok untuk meeting point para pen­gunjung hotel.

Dia menjelaskan, lahan 10 hektare untuk pengembangan hotel dan apartemen tersebut adalah sebagian kecil dari la­han kawasan central business district (CBD) Olympic yang totalnya mencapai 125 hektare.

Baca Juga :  Ada Banyak Hadiah di Gebyar 12.12, Tirta Pakuan Kejar 10 Ribu Pemasangan Baru

Menurutnya, sisa 110 hektar di Sentul Bogor digunakan un­tuk kawasan industri dan juga rencananya akan dibangun of­fice tower serta pergudangan. “Intinya pada ekspansi ini kami yakin pasar hotel dan aparte­men di Sentul masih menjanji­kan. Terlebih lokasinya sangat strategis dengan tol yang meng­hubungkan Jakarta dan Bogor,” katanya.

Mengenai lahan seluas 400 hektar di Sukabumi, Au berencana akan mengembang­kan perumahan dan resort Ecosentro di kawasan Cibadak pada tahun depan. Pihaknya akan menggandeng developer kawakan dari Ciputra Group untuk pengembangan properti di kawasan tersebut. Saat ini, lanjutnya, semua lahan masih kosong, tetapi pembabasan la­han sudah selesai.

Menurutnya, potensi pengembangan properti di Sukabumi juga dinilai akan prospektif seiring rencana pembangunan tol Bogor- Cianjur-Sukabumi (Bocimi) diperkirakan akan rampung dalam waktu dekat ini.

“Kalau pasar saya kira tentunya akan bagus, soalnya tol Bocimi akan menciptakan perekonomian baru yang men­ghubungkan beberapa kota maju. Jika Bocimi sudah berop­erasi, maka dari berbagai dae­rah tak akan memakan waktu lema ke Sukabumi,” katanya.

Au menambahkan selain mengembangkan perumahan dan resort di Cibadak, dia juga akan membangun kawasan industri khusus furniture di kawasan Cikembar Sukabumi dengan total lahan menca­pai 250 hektare dalam waktu dekat.

(Apriyadi Hidayat)