bazarPemerintah Kabupaten (Pemkab) menyerah untuk melakukan tindakan terhadap gelaran Gebyar Bazar Ramadan yang berada di jalur cepat Jalan Raya Tegar Beriman, Desa Bojongbaru, Kecamatan Bojonggede dengan memberi toleransi dan membiarkan bazar yang diselenggarakan oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas) meski tanpa seizin Pemkab.

Oleh : RISHAD NOVIANSYAH
[email protected]

Hal itu diutarakan lang­sung oleh Bupati Bogor, Nurhayanti jika Pemkab memberikan toleransi ke­pada bazar itu hingga per­ayaan Idul Fitri nanti dan berjanji jika ini merupakan kali terakhir ada bazar di jalan itu sehingga pada tahun depan harus benar-benar steril dan tertib.

“Kalau izin penggunaan jalan itu kan ada di kepolisian. Kita beri kesempatan mereka hingga lebaran nanti. Tapi ta­hun depan tidak akan ada lagi. Karena jalan itu harus menjadi jalan tertib lalu lintas dan bebas dari pedagang dan saya akan korddinasikan dengan Kapolres Bogor untuk terus mengamankan jalur,” ujar Yanti, Rabu (8/7/2015).

Baca Juga :  Makam Jaksa Agung RI Pertama Dipindahkan Menuju Taman Makam Pusara Adhyaksa, Cibinong

Toleransi yang diberikan orang no­mor satu di Bumi Tegar Beriman itu lebih karena faktor kemanusiaan mengingat jumlah pedagang yang cukup banyak ser­ta lebaran yang hanya tinggal 10 hari lagi.

“Saya lebih kemanusiaan saja. Tapi saya janji tahun depan tidak akan ada lagi. Jalur itu harus tertib pokoknya,” lanjutnya.

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor itu juga meminta pada panitia jalan tersebut harus sudah steril dari pedagang, tenda san sampah perayaan Hari Raya Idul Fitri nanti.

“Sudah deh jangan diberitakan terus. Pokoknya sebelum lebaran sudah harus bersih dan normal lagi jalan itu dan tahun depan tidak akan ada lagi,” tegas Yanti.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bo­gor, Adang Suptandar mengatakan jika Pemkab tidak pernah mengeluarkan izin dan rekomendasi apapun untuk bazar tersebut. “Pemkab tidak pernah mengeluarkan izin apapun untuk bazar itu,” singkat Adang.

Baca Juga :  Peringati Hari Pohon Sedunia, Rimba dan Lintas Komunitas Pencinta Alam Tanam Pohon di Gunung Kuta

Terpisah panitia bazar, Asep Sobana mengungkapkan jika pihaknya telah diarahkan oleh Kasatpol PP Kabupaten Bogor, TB Luthfie Syam untuk memin­dahkan Bazar tersebut ke jalur lambat, namun setelah Asep membicarakan ke­pada para pedagangnya, para pedagang tersebut enggan pindah.

“Saya sudah sampaikan kepada para pedagang untuk pindah ke jalur lam­bat, namun mereka menolak karena untuk membongkar pasang tenda yang ada disini diperlukan waktu sekitar tiga hari,” ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun, jum­lah tenda pedagang yang ada di jalur cepat Jalan Raya Tegar Beriman itu ber­jumlah 356 buah, dengan biaya sewa Rp 3 juta sampai 5 juta per lose.

Kemungkinan besar, panitia telah mendapatkan keuntungan dari bazar tersebut sekitar Rp 1 miliar, dan disiny­alir dana tersebut telah diberikan kepa­da pihak pemerintah Kabupaten Bogor. Karenan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak berani untuk mem­bongkarnya. (*)