kakianTim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi Budiawan, mahasiswa asal Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, yang hilang dan tersesat di sekitar jurang yang memiliki kedalaman 75 meter atau dikenal pendaki Blok Jurang Blank 75.

Oleh : (Yuska Apitya Aji)

BUDIAWAN ditemukan selamat setelah jatuh di jurang puncak Gu­nung Semeru, Jawa Timur. Kini Bu­diawan dirawat di RSUD Dr Hary­oto Lumajang. “Tepatnya pukul 23.50 WIB survivor sudah tiba di Posko Tawon Songo dan langsung dibawa ke RSU Dr Haryoto Lumajang,” kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN­BTS) Ayu Dewi Utari saat di­hubungi

wartawan, Senin (6/7/2015).

Kata Ayu, tim mengalami kesulitan karena korban sama sekali tidak bisa berjalan. Kondisi korban cukup sulit untuk dievakuasi. Sejak ditemukan titik lokasi jatuhnya korban di Blok Ju­rang Blank 75, tim harus memberikan perawatan terlebih dahulu sebelum dibawa ke Dusun Tawon Songo, Ke­camatan Pasrujambe. Seluruh tubuh korban harus dipasang spalk untuk ke­mudian dibawa menggunakan tandu.

Korban berhasil dievakuasi berkat kerja keras semua pihak. Sehingga korban bisa selamat dan segera men­dapat perawatan di rumah sakit. Tim sebelumnya harus berkemah di ten­gah hutan pada Sabtu (4/7/2015).

Baca Juga :  Tukang Service AC Ditemukan Tewas Usai Terjatuh Dari Lantai 5 Rumah Sakit

Medan evakuasi yang naik turun bukit, membuat tim butuhkan kehati-hatian membawa korban. Evakuasi dilakukan secara estafet oleh tim SAR gabungan dari Lumajang berjumlah 20 orang.

Pihak TNBTS telah menyerah­kan korban kepada pihak keluarga. Oleh orangtua korban, sementara dilakukan perawatan di rumah sakit tersebut. “Kalau melihat kondisinya, lukanya agak berat, karena itu tim sangat berhati-hati saat mengevakuasi korban,” katanya.

Sebelumnya, Kamis (2/7/2015) pukul 14.00 WIB, pihak TNBTS men­erima laporan dari anggota rombon­gan bernama Nofrian Samara Palum­pun. Dia melaporkan kalau temannya hilang di jalur Puncak Mahameru ke Kalimati sejak Rabu (1/6/2015).

Mereka, pada Senin (29/6) ber­sama 2 orang yang yang lain melapor ke petugas di Resort Ranu Pani untuk melakukan pendakian hingga Kali­mati. Rombongan dipimpin Budiawan berangkat pukul 13.00 WIB, sampai di Ranu Kumbolo malam harinya kemu­dian istirahat dan bermalam.

Pada Selasa (30/6/2015) pukul 09:00 WIB, rombongan berangkat menuju Kalimati dan sampai pukul 14.00 WIB sampai di Kalimati. Di hari yang sama pukul 23.30 WIB, dua orang yaitu Budiawan dan Nofrian Samara Palumpun berangkat menuju puncak Mahameru. Sedangkan se­orang temannya bernama Tria Oktavi­ani (22) tinggal di Kalimati menunggu di tenda.

Baca Juga :  Jayapura Papua Diguncang Gempa, BMKG : Tidak Berpotensi Tsunami

Rabu (1/7/2015) pukul 05.30 WIB, Budiawan sampai dulu di puncak, se­dangkan Nofrian baru sampai pukul 05.50 WIB. Karena terasa dingin, Bu­diawan turun lebih dulu pada pukul 06.00 WIB dan Nofrian 06.30 WIB. Saat itu pendaki-pendaki yang lain masih banyak yang sedang mendaki menuju puncak.

Rabu (1/7/2015) pukul 08.00 WIB, Nofrian sampai di Kalimati dan terny­ata Budiawan belum sampai di tenda, yang ditunggu oleh Tria Oktaviani. Selanjutnya kedua orang tersebut ber­tanya ke pendaki-pendaki lain tetapi tidak ada yang tahu.

Rabu (1/7/2015) pukul 10.00 WIB, Nofrianto berinisiatif mencari kor­ban di Arcopodo, namun tidak ada tanda-tanda. Akhirnya kembali turun ke tenda. Kemudian pada pukul 14.00 WIB naik lagi ke Arcopodo untuk men­cari korban dan tidak juga ditemukan. Mereka memutuskan untuk bermalam lagi di Kalimati menunggu Budiawan. Pada Kamis (2/7/2015) pukul 08.00 WIB, Nofrianto dan Tria segera turun menuju Ranu Pane. Keduanya me­laporkan kejadian kepada petugas.