IMG-20150702-00125BONDONGAN merupakan salah satu kelurahan besar di Kecamatan Bogor Se­latan. Sang lurah, Zulkar­nain, berkomitmen untuk mengedepankan kebersi­han dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam setiap program yang dicanangkan.

Memiliki luasan wilayah 68 hektar persegi dan me­miliki lebih dari 14 ribu jiwa, Bondongan memiliki 164 UMKM. Produk unggu­lannya adalah telur asin asli produk Bondongan yang sudah melalang buana di Bogor.

“Untuk memaksimal­kan pendanaan UMKM ini, kami pada tahun 2014 lalu memberikan sertifikasi la­han gratis untuk 150 UMKM dan bekerja sama den­gan Bank Jabar agar lebih memudahkan pengusaha dalam memperoleh dana,” ujar Zulkarnain.

Dengan pengalaman menjadi lurah diberbagai tempat selama lima tahun, Zulkarnain sudah tahu betul apa yang diinginkan warga dalam merancang setiap programnya. Kare­na wilayahnya memiliki UMKM yang cukup banyak, ia pun ingin membentuk sebuah koperasi untuk para pengusaha UMKM.

Baca Juga :  Sambut Hari Kosmetik, Kemenperin Gelar Pameran di Bogor

“Yang masih saya kejar untuk UMKM adalah mem­bentuk sebuah koperasi. Jadi tidak hanya mengan­dalkan Bank Jabar dalam hal pendanaan. Pembuatan koperasi dan menggan­deng Bank Jabar juga untuk menghindari adanya bank keliling yang masih cukup banyak disini,” lanjutnya.

Selain UMKM, Zulkar­nain juga terus mendorong pembuatan bank sampah untuk menjaga wilayah yang telah dipimpinnya se­lama hampir dua tahun ini. “Kebersihan sangat pent­ing. Karena akan membawa kesehatan bagi warga dan lingkungan jadi nyaman,” akunya.

Baca Juga :  Atap Rumah Janda Disapu Angin Kencang, Kades Nembol dan Pemuda Kampung Kaso Gercep

Meski begitu, Zulkar­nain tidak menampik jika di wilayahnya ada beber­apa hambatan yang kerap terjadi. Baik itu dari alam maupun dari warga yang merasa kurang puas atas pelayanan yang diberikan oleh jajaran pemerintah­annya. “Ada saja misalnya kalau bencana alam itu longsor. Terus kadang ada pencurian. Lebih banyak sih bencana alam yah. Ada juga dari warga yang masih kurang puas dengan pelay­anan. Tapi tidak berat-berat kok, paling soal pendataan saja,” tukasnya.

Pendataan yang dimaksud Zulkarnain mis­alnya dalam pengurusan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang menurut warga terla­lu rumit dalam kepenguru­sannya.

(Rizky Dwantara)