Untitled-23BOGOR, TODAY — Puluhan warga yang mengaku ke­luarga Muhamad Asep (40), warga Kampung Wangun Tengah, Kelurahan Sin­dangsari, Kecamatan Bo­gor Timur, Kota Bogor, mengadu ke Balaikota Bogor, Jumat (7/8/2015) Mereka meminta Wa­likota Bogor Bima Arya Sugiarto, menolong Asep karena kekurangan dana perawatan di Rumah Sakit Makkah lantaran terkena stroke saat melakukan ibadah umrah. Dalam aksinya, puluhan massa menuntut agar Bima Arya bisa membantu biaya kepulangan Asep.

Koordinator aksi, Desta Ardiyanto, menegaskan, agar Pemkot Bogor turun tangan untuk membantu menyele­saikan permasalahan yang di­alami warganya. Ia juga men­gatakan, Asep adalah warga asli Kota Bogor dan sudah menjadi kewajiban Pemkot Bogor untuk membantu kepulangannya dari Makkah.

“Ustad Muhamad Asep adalah warga Kota Bogor. Dia mengalami kesulitan di luar negeri, dan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab ke­luarga tetapi juga Pemerintah Kota Bogor,” kata Desta, di halaman Balai Kota Bogor.

Baca Juga :  Resep Membuat Cumi Asin Cabe Ijo

Istri Asep, Siti Halimah (37) menceritakan suaminya berangkat umrah bersama kelompok pen­gajian Gerakan Persatuan Para Us­tad (GPPU) pada 10 Februari 2015. Saat melakukan ibadah, suaminya terserang penyakit stroke.

“Dia sakit stroke sampai seka­rang. Bulan Maret kemarin saya sempat menjenguk sama orangtua, dan kondisinya masih lemah,” kat­anya saat ditemui di kediamannya, Selasa (4/8/2015).

Ia menuturkan, selama ini sua­minya memang memiliki riwayat sakit darah tinggi. Namun, baru kali ini suaminya sakit stroke hingga harus masuk rumah sakit. Saat ini, suaminya sudah hampir enam bulan berada di Rumah Sakit King Abdul Ajiz Hospital Makkah. “Untuk biaya perawatan Alhamdulillah gratis. Suami saya selama di sana ditemani kawannya sesama anggota GPPU,” ungkapnya.

Sejak awal puasa lalu, Siti belum menerima kabar lagi soal keadaan suaminya di rumah sakit. Ia ber­harap, suaminya bisa segera kembali ke Indonesia. Kendati, sekarang ini dirinya harus memendam keinginan­nya untuk bisa bertemu dengan sua­mi. Sebab, bila ingin memulangkan suaminya, harus membayar biaya pemulangan sebanyak Rp100 juta.

Baca Juga :  Banyak Dikritik, PLN Batalkan Pengalihan Kompor Listrik

“Saya sudah ke kantor Dam Tour di Tebet, perusahaan yang mem­berangkatkan umrah. Cuma kata pe­rusahaan, karena kondisi suami saya seperti itu jadi biaya transport untuk pemulangannya sebesar Rp100 juta-an,” jelasnya.

Sebelumnya, dirinya juga sudah berusaha dengan memberikan pro­posal kepada pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi, namun belum ada tanggapan dari pihak KBRI.

Ia berharap, ada pihak yang bisa membantu kepulangan suaminya. “Harapan saya suami saya bisa pu­lang dengan sehat dan selamat,” tukasnya.

(Rizky Dewantara|Yuska Apitya)