bh.slide4_-1500x630Usaha minuman kian marak. Beragam jenis rasa dan bentuk pun ditawarkan. Di tengah booming Cappuccino Cincau, kini muncul minuman yang berbahan dasar cincau. Berbeda dari cincau kebanyakan, minuman yang bernama Be Happy ini menggunakan white cincau atau cincau putih. Seperti apa?

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Cincau putih berwarna ben­ing seperti jeli ini mulai di­minati karena memiliki kha­siat bagi kesehatan. Seorang pelaku usaha di bisnis ini adalah Tiffany Setiawan asal Jakarta. Mer­ek minuman ini adalah Be Happy di bawah bendera usaha PT San Matapratama.

Be Happy menawarkan kemitraan usa­ha minuman dingin berbahan cincau putih. Paket investasi yang ditawarkan Rp 50 juta. Melalui usaha ini mitra bisa meraup omzet Rp 35 juta per bulan dengan laba 30 persen. Mi­tra diperkirakan bisa balik modal tujuh bulan.

Tiffany bukan pemain baru di bisnis ini. Se­belum membuka Be Happy sejak awal tahun 2014, ia telah menjalankan bisnis minuman dingin cincau selama lima tahun dengan merek berbeda. Sebab itu, untuk mengembangkan usa­hanya, sejak awal mendirikan Be Happy, Tiffany langsung menawarkan paket kemitraan.

Saat ini Be Happy memiliki tujuh gerai yang tersebar di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Suraba­ya. Dari tujuh gerai itu, Tiffany hanya memiliki satu gerai yang berlokasi di Mal Ciputra, Jakarta. Selebihnya gerai Be Happy milik mitra usaha. Di Bogor, gerai Be Happy ter­dapat di pusat perbelanjaan Botani Square.

Bagi calon mitra usaha yang tertarik bergabung, Be Happy menawarkan paket investasi senilai Rp 50 juta. Dengan investasi sebesar itu, mitra akan mendapatkan fasilitas penggunaan merek Be Happy selama dua tahun.

Selain itu, mendapatkan perlengkapan berjualan. An­tara lain, satu set booth, freezer sliding glass, mesin sealer otomatis, bahan baku sebanyak 500 porsi. Lalu, perleng­kapan memasak seperti panci, sendok aduk, sendok ta­kar, gelas kemasan, seragam karyawan, peralatan promo­si, hingga launching produk dan gerai.

Jangka waktu kemitraan berlangsung dua tahun. Jika kontrak kemitraan habis, mitra bisa memperpanjang dengan membayar biaya Rp 10 juta. Namun, mitra tidak dikenakan biaya royalti per bulan. Mitra hanya diwajibkan membeli bahan baku dari cincau, gelas kemasan, hingga topping dari pusat.

Untuk membuat satu gerai ini, Tiffany menyarankan mitra menyiapkan lahan minimal 4 meter persegi dengan jumlah karyawan sedikitnya dua orang.

Tiffany mengklaim, keunggulan produknya terletak pada bahan utama minuman yang berasal dari cincau putih dan jarang ditemui. “Selama ini orang hanya mengenal minu­man cincau hijau dan hitam, bukan cincau putih,” katanya.

Be Happy menyajikan minuman dari cincau putih dari biji tanaman ficus pumila. Ada 20 varian rasa yang ditawar­kan. Di antaranya, markisa, melon, passion fruit, leci, milky sweet, cokelat hingga lemon. Harga jualnya dibanderol Rp 15.000 per gelas dan tambahan Rp 5.000 untuk topping.

Dari pengalaman gerai yang sudah berdiri, dalam se­hari, Be Happy mampu menjual minuman cincau lebih dari 80 gelas sampai 150 gelas. Dengan penjualan seban­yak itu, rata-rata omzet Be Happy per hari berkisar Rp 800.000 hingga Rp 1,5 juta atau Rp 35 juta per bulan den­gan laba bersih 30%. Mitra ditargetkan balik modal dalam waktu tujuh bulan.

Utomo Njoto, Senior Franchise Consultant dari FT Con­sulting Indonesia melihat, tawaran kemitraan minuman dari Be Happy memang sederhana, konsepnya pun tidak rumit. Namun, calon mitra harus sangat memperhatikan lokasi tempat berjualan. Sebab, target omzet Be Happy cukup besar dan harga minumannya bukan kelas gerai di depan minimarket. (KTN)