foto-persib-bandung-vs-arema-malang-di-kanjuruhan-2015-persahabatan-JAJANG-NURJAMAN-SIM_5094vBANDUNG, Today – Pulang dari Malang, Djadjang Nurdjaman tak bisa berleha-leha. Pelatih Persib itu harus mempersiapkan timnya menghadapi Piala Presiden 2015.

Maung Bandung dipastikan mendapat di Grup A dan bakal meng­hadapi tim tangguh. Ya, di Piala Pres­iden 2015, Persib bakal satu grup dengan Persiba Balikpapan, Persebaya Surabaya, dan Martapura FC.

Djadjang Nurdjaman menilai, grup yang Persib tempati cukup be­rat. Sebab, para kom­petitornya cend­erung sudah lebih dulu melakukan persiapan.

“Lawan-la­wannya, kalau dari persia­pan tim yang dari grup dengan kita adalah tim yang punya persiapan semuanya,” t u t u r n y a di Bandara Husein Sas­tranegara, Rabu malam (12/8).

Djanur -sapaan akrab Djadjang Nurdjaman mengatakan, meski salah satu rivalnya meru­pakan tim peserta Divisi Utama, yakni Marta­pura FC, bukan berarti kualitasnya berada di bawah. Justru dia menilai Martapura bisa men­jadi tim yang bakal menyulitkan laju timnya.

“Martapura saya tahu lama mempersiap­kan terus makanya dia berani ikut di Piala Presiden, berarti sudah siap,” ung­kapnya.

Begitu pula den­gan Persebaya, yang juga sudah gencar mempersiapkan diri. Djanur ber­harap tuah sebagai tuan rumah bisa menjadi pembeda di Piala Presiden.

Skuat Maung Bandung sendiri memang di­tunjuk sebagai tuan rumah, untuk memulai laga di Piala Presiden pada 2 September mendatang.

“Persebaya juga sama, mereka lebih lama dari kita persiapannya termasuk grup yang berat ini,” ulasnya.

Baca Juga :  Ungkap Alasan Tak Selebrasi di Indonesia U-17 vs Guam, Ini Dia Kata Arkhan Kaka

Sementara Persiba, kata Djanur, meski ja­rang terdengar kabarnya bisa saja memberi kejutan di turnamen yang digagas Mahaka Sport And Entertainment tersebut. Karena itu, dia tetap waspada meladeni seluruh lawa­nnya di Grup A.

“Semua itu sudah siap, Surabaya kita tahu sudah siap, Martapura juga siap, mungkin Persiba yah yang jarang kedengaran beritanya oleh kita,” jelasnya.

Namun jika menilai secara subjektif, Djanur melihat Persebaya dan Martapura FC yang bakal sulit dikalahkan.

“Tapi saya kira Persebaya sama Martapura yang akan memberikan perlawanan untuk kita,” ujar dia.

Djanur ber­harap, turnamen yang konon meng­habiskan dana Rp40 Miliar terse­but, menjadi start manis agar sepak bola nasional kem­bali bergeliat.

“Mudah-muda­han langkah awal yang akan terus berlanjut, karena harapan­nya itu digelar kembali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Persib memang baru saja memenuhi undangan Arema Cronus pada rangkaian hari jadinya yang ke-28, pada 11 Agustus lalu. Pada laga persahabatan itu pasu­kannya kalah tipis dengan skor 0-1.

Sementara untuk manggung di Piala Pres­iden, Atep cs hanya punya waktu persiapan sekitar tiga minggu saja. Dia akan memaksi­malkan waktu yang singkat itu untuk memoles anak-anak latihnya.

“Dari sekarang kita masih punya waktu untuk mempersiapkan diri, besok (13/8) libur dulu dua hari kemudian nanti kita latihan lagi di hari Sabtu (15/8) sore,” pungkasnya.

Baca Juga :  Percasi Kabupaten Bogor Targetkan 7 Emas Pada Porprov XIV Jabar 2022

Mahaka Sports and Entertainment telah menetapkan pembagian grup untuk turna­men Piala Presiden 2015, yang rencananya kick-off pada 30 Agustus mendatang di Bali.

Turnamen yang digelar di empat kota dan melibatkan 13 klub Indonesia Super League serta tiga tim Divisi Utama ini, menyajikan pembagian grup yang cukup sepadan.

Persib Bandung sebagai tuan rumah Grup A akan bertemu dengan Persebaya Surabaya, Persiba Balikpapan, dan Martapura FC. Se­dangkan Arema Cronus yang jadi tuan rumah Grup B harus satu grup dengan Sriwijaya FC, PSGC Ciamis, dan Persela Lamongan.

Sementara yang bertarung di Bali an­tara lain Mitra Kukar, Persija Jakarta, Per­sita Tangerang, dan tuan rumah Bali United Pusam. Persipasi Bandung Raya, Pusamania Borneo FC, Gresik United dan tuan rumah PSM Makassar tergabung di Grup D.

Turnamen Piala Presiden bergelimang ban­yak uang bagi tim peserta. Mahaka menjanjik­an Rp3 miliar bagi tim juara, Rp2 miliar untuk runner-up, dan peringkat ketiga mendapat­kan Rp1 miliar.

Tim juga mendapatkan match fee dan tuan rumah disuntikkan modal. Rencananya, pem­bukaan turnamen ini akan dibuka langsung Presiden RI Joko Widodo.

(Imam/net)