hiratake-food-bannerSelain memiliki khasiat untuk kesehatan, jamur juga memiliki rasa yang gurih. Bahkan, olahan jamur belakangan ini muncul kian beragam. Bukan saja dibuat keripik, banyak orang juga meracik jamur, khususnya jamur tiram, menjadi nugget. Salah satu produsen nugget jamur ialah Hiratake Food. Alamsyah, CEO Hiratake Food, mengatakan bahwa semenjak 2011, ibu mertuanya memang suka membuat nugget jamur sebagai alternatif camilan di rumah. Apalagi, ayah mertuanya vegetarian.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Yang berbeda dari nugget jamur bua­tan sang ibu mer­tua ialah campuran keju. Dus, selain se­hat, nugget jamur keju juga rasanya enak. Awal­nya, ibu mertua tak pernah berniat mengomer­sialkan makanan buatannya. Namun, Alamsyah melihat peluang yang bagus untuk memasarkan produk nugget jamur keju tersebut.

Baru pada April tahun ini, Alamsyah dan sang istri, Gracia Puspita Suciono, memasarkan produk yang diberi nama Hiratake Cheese Nug­get ini. Nugget dijual dalam kemasan beku. Dus, setelah beli, konsumen tinggal menggorengnya untuk menikmati nugget sehat ini.

Menurut Alamsyah, masyarakat semakin ber­pendidikan. Dampaknya, mereka lebih selektif pada makanan. “Kami berada dalam koridor yang tepat dengan gaya hidup sehat yang seka­rang jadi tren, serta cocok untuk masyarakat yang vegetarian,” katanya.

Adapun produk makanan sehat identik den­gan harga yang mahal, apalagi ada embel-embel organik. Berbeda dengan produk nugget jamur. “Ketika beli, rasa nugget jamur keju ini bisa diterima di lidah karena rasa jamurnya tak terla­lu kentara dan ada tambahan rasa keju. Ini yang bikin produk ini cepat berkembang,” ujarnya.

Di sisi lain, sebenarnya nugget jamur bu­kan makanan baru di kalangan masyarakat. Bertahun-tahun lalu, produk nugget dalam ke­masan sudah ramai di pasaran. Namun hingga sekarang, belum ada inovasi pada produk ini. Makanya, Alamsyah optimistis nugget jamur keju laku di pasaran.

Alamsyah juga menambahkan, anggapan masyarakat terhadap nugget cenderung negatif. Pasalnya, produk nugget biasanya dibuat dengan bahan pengawet. Sementara, ketika mendengar nugget jamur, citranya sudah berbeda. Ia juga meyakinkan dalam proses pembuatan, ia tidak menambahkan pengawet dan perasa buatan.

Pria berusia 27 tahun ini menjual Hiratake Cheese Nugget dalam kemasan 500 gram. Ia membanderol produknya seharga Rp 35.000 per bungkus untuk konsumen. Sementara, bagi distributor harga jual lebih murah, yakni Rp 28.000 per bungkus.

Saban bulan, Alamsyah bisa memproduksi hingga enam ton nugget jamur keju. Makanya, dari usaha ini, Alamsyah bisa mengantongi omzet Rp 100 juta per bulan. Alamsyah menar­getkan, dalam enam bulan, ia sudah balik modal.

Adapun laba bersihnya diakui Alamsyah ti­dak terlalu besar, hanya 15%. “Kami berbagi keuntungan dengan distributor dan rekan bisnis yang lain. Yang penting produk ini berkembang dulu,” ucap dia.

Pakai Distributor

Alamsyah bercerita, ketika merintis usaha pembuatan nugget jamur keju, ia merogoh kocek hingga Rp 100 juta. Modal tersebut ia gunakan untuk menyewa tempat produksi, pembelian ba­han baku, dan kemasan produk.

Tak butuh waktu lama untuk persiapan kare­na ia sudah menguasai sistem produk­si. Namun, pada awalnya, ia harus mengurus beberapa perizinan, mulai mendaftarkan badan usaha, periz­inan dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, hingga sertifikasi halal.

Adapun bahan baku utama untuk produk ini tentu saja jamur tiram. Suplai jamur tiram bisa diperoleh dari petani. Alamsyah mendapat­kan pasokan jamur tiram dari empat petani di sekitar Jakarta. Sementara itu, dia menggunakan keju nabati yang juga didapatkan dari pemasok di dalam negeri.

Di masa mendatang, Alamsyah sudah menyiapkan sistem kerja sama kemitraan. Yang pertama, Hiratake Goes to Mall. Bekerja sama den­gan mitra, ia ingin mem­buka 50 booth Hiratake Food di mal. Selanjut­nya, Hiratake Store yang merupakan pusat oleh-oleh. “Hingga pengu­jung tahun ini, target kami su­dah ada 10 gerai Hiratake Store,” jelasnya.

(KTN)