untung-vs-usmarPANITIA angket sudah bergerak mengumpulkan data dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman, yakni terkait intervensi lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Bogor. Hasil investigasi ini akan dibahas di rapat perdana panitia angket, pekan depan.

RIZKY DEWANTARA
[email protected]

Ketua panitia angket un­tuk Usmar Hariman, Zainul Muttaqin, menga­takan, langkah pertama yang akan diambil tim ini adalah melakukan lobi konsolidasi dan menyamakan persepsi semua fraksi. Setelah itu, pihaknya akan membuat jadwal pemanggilan.

Politikus PPP itu kembali men­jelaskan, semua pihak yang terkait akan dipanggili satu persatu. Ter­masuk, meminta nasihat dan per­timbangan dari pakar hukum, aparat kepolisian serta kejaksaan.

Baca Juga :  Diduga Mabuk, Remaja Asal Bekasi Ditemukan Terkapar di Bogor

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono, mengaku, pimpinan dewan su­dah melakukan konsultasi den­gan pemerintah pusat dan DPRD Provinsi Jakarta. Langkah ini di­ambil sebagai acuan dan rel untuk melangkah. “Panitia wajib berkon­sultasi ke DPRD Kota Jakarta, kare­na Jakarta pernah melakukan hak angket yaitu terhadap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Pur­nama alias Ahok,” kata dia.

Baca Juga :  RAJINLAH JALAN KAKI SUPAYA SEHAT

Untung juga menegaskan, apa yang dikatakan Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman, mengenai pemakzu­lan hanya bisa untuk Kepala daerah itu salah. Ia juga menjelaskan, tim panitia angket itu melakukan penyelidikan tindak pidana yang dilakukan Usmar, jika terbukti bersalah maka akan ditindak lanjuti oleh Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, sanksi apa yang akan diberikan ke­pada Usmar Hariman.

“Kita buktikan saja nanti, biar tim panitia ang­ket melakukan penyelidikan terlebih dahulu terkait dugaan penyalahgunaan yang dilakukan Usmar Hariman,” tegasnya. (*)