simbol-pki-gegerkan-pawai-hCIBINONG, TODAY — Sekelompok pemu­da dengan tidak ragu membawa atribut berlambang palu arit Partai Komunis In­donesia (PKI) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur saat karnaval peringatan HUT Ke­merdekaan ke-70 Republik Indonesia.

Atas peristiwa yang bisa melukai per­asaan banyak orang itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi kemudian menyatakan bahwa aparat telah kecolon­gan. Sementara, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menuntut ketegasan pemerintahan Presiden Joko Widodo menyikapi sikap pemuda pro PKI tersebut.

“Saya minta kepada aparat hukum untuk tindak tegas karena tak boleh lagi kecolongan,” kata Imam usai mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2015).

Selain itu di Jember, Jawa Timur juga ada coretan lambang palu arit khas PKI di kampus Universitas Negeri Jember (Unej). Dua mahasiswa diamankan terkait hal terse­but. Mereka adalah mahasiswa Fakultas Sas­tra Jurusan Sejarah bernama Laksono Kunto Wibisono (23) dan Moch Aliful Ulya (23) dari Fakultas Sastra Inggris.

BACA JUGA :  Jaga Kadar Gula Darah dengan 5 Kebiasaan Pagi yang Penting Ini

Hasil pemeriksaan diperoleh keterangan bahwa perbuatan corat-coret di ruang pub­lik dilakukan bersama Achmad Ridlo (22) yang juga dari Fakultas Sastra serta Indra (22) dari Fakultas Hukum.

Imam kemudian menegaskan bahwa semua pihak harus selalu waspada akan adanya penyusup. Sehingga tak terjadi lagi fitnah yang bermunculan. “Saya kira harus diwaspadai karena bisa jadi ada penyusup. Komunisme adalah sesuatu yang perlu kita hadapi bersama-sama,” imbuh Imam.

Presiden PKS menuntut ketegasan pemerintah menyikapi hal tersebut. “Saya kira pemerintah tegas saja kalau memang benar ada (lambang PKI yang dimaksud). Jangan main-main dengan sesuatu yang sudah dilarang,” kata Sohibul Iman di Nus­antara Polo Club (NPC), Jagorawi Golf Club, Jl Karanggan Raya, Gunung Putri, Cibinong, Jawa Barat, Senin (17/8/2015).

Sohibul berbicara kepada wartawan usai mengikuti upacara bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan pet­inggi Koalisi Merah Putih lainnya.

BACA JUGA :  Menu Tanggal Tua, Kacang Panjang Tumis Telur yang Murah dan Praktis

Soal lambang PKI, Sohibul menyatakan perlu mendapat kepastian lebih dahulu. Apabila itu hanya arak-arakan sekadar mengingatkan sejarah masa lampau, maka itu perlu dipikirkan penyikapnya. “Ada yang bilang itu defile atau parade bahwa dulu pernah ada PKI. Tapi saya tidak mau komen­tari terlebih dahulu,” kata Sohibul.

Terlepas dari bagaimana arak-arakan di Pamekasan dan coretan lambang PKI di Jember itu, PKI memang dilarang Undang-undang. “Aturan harus ditegakkan, Tap MPR dan KUHP tidak memperbolehkan,” tandas Sohibul.

Seperti diberitakan sebelumnya, keg­iatan karnaval dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-70 yang berlangsung di Pamekasan sempat berubah jadi heboh lantaran adanya peserta yang membawa atribut PKI. Atribut itu pun kemudian lang­sung dimusnahkan tentara.

Atribut yang dimaksud yakni foto tokoh PKI DN Aidit berikut lambang palu arit. Se­lain itu ada juga peserta yang mengenakan baju putih dengan selempang bertuliskan ‘Anggota PKI’ dan membawa lambang palu arit.

(Alfian M|dct)

============================================================
============================================================
============================================================