BOGOR, TODAY – PD Pasar Tohaga berjanji akan memberikan dividennya sebesar Rp 1 miliar kepada kas daerah Kabupaten Bogor pada tahun 2016 mendatang setelah enam ta­hun berdiri.

Direktur Utama PD Pasar Tohaga, Eko Rom­li Wahyudin mengungkapkan jika dirinya opti­mis dividen sebesar Rp 1 miliar bisa tercapai.

“Kami tidak mau muluk-muluk dulu lah. Dividen yang dinantikan pemkab selama ini akan kami berikan nanti Rp 1 miliar. Kami op­timis karena hingga Juli kemarin, kas bersih yang masuk sudah Rp 300 jutaan,” ujar Eko Romli, Rabu (19/8/2015).

Selain itu, mantan Komisioner KPU ini menambahkan, PD Pasar Tohaga tidak akan meminta uang ke Pemerintah Daerah dalam waktu dekat mengingat masih banyak peer yang musti dikerjakan.

Baca Juga :  Memasuki Musim Penghujan, Pemkab Bogor Mantapkan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana

“Jajaran Direksi sepakat untuk tidak memin­ta uang dulu ke pemda pada tahun 2016 nanti. Soalnya masih banyak pekerjaan rumah yang belum beres dan kami mau fokus dulu untuk menyelesaikannya,” tambah pria berjanggut itu.

Total aset yang dimiliki PD Pasar Tohaga sendiri saat ini senilai Rp 1,3 triliun, namun Eko enggan mejelaskan secara rinci mana saja aset-aset yang dimiliki PD Pasar.

“Dari 24 pasar yang ada, empat diantaran­ya Cibinong, Cileungsi, Cicangkal dan Cigom­bong itu masih ditangani oleh pihak swasta,” tuturnya.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kabu­paten Bogor, Tohawi mengapresiasi keberani­an jajaran direksi PD Pasar Tohaga mengingat selama ini BUMD itu tidak pernah memberi keuntungan pada pemda.

Baca Juga :  Tabligh Akbar Sinergitas dan Kolaborasi Menjaga Kondusivitas Kabupaten Bogor 

“Merek kan sebelumnya tidak pernah memberi keuntungan. Apalagi, uang yang diinvestasikan disana tidak sedikit. Kalau PD Pasar Tohaga memberikan dividennya sebesar itu (Rp 1 miliar .red) ini bisa jadi catatan seja­rah,” ungkap politisi Partai Golkar itu.

Ia menambahkan, dengan keberanian itu, pemda cukup tepat untuk mengisi jajaran direksi ini. “Saya harap setoran kedepannya bisa lebih ditingkatkan. “Kami juga ingin per­masalah di pasar segera dibenahi, termasuk pasar-pasar yang kondisi fisiknya sudah tidak layak,” pungkasnya.

(Rishad Noviansyah)