HL-(3)Kelesuan penyaluran pembiayaan turut dirasakan oleh pembiayaan syariah. Pembiayaan ini merosot 22 persen

Oleh : Adilla Prasetyo
[email protected]

Berdasarkan data Otori­tas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2015, penyaluran pembi­ayaan syariah membukukan angka Rp 17,06 triliun. Angka ini merosot 22 persen diband­ingkan periode yang sama ta­hun lalu.

Meski turun secara year on year, masih ada harapan menggenjot pembiayaan di sisa tahun ini. Sebab, penyaluran pembiayaan paruh pertama tahun ini telah mencapai 75 persen dari total penyaluran pembiayaan sepanjang tahun lalu sebesar Rp 22,54 triliun.

Efrinal Sinaga, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menilai, perlambatan industri pembiayaan turut menyeret pembiayaan syariah. Namun ia optimistis kinerja pembiayaan syariah setidaknya masih dapat menyamai tahun lalu.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Praktik Jual Beli Bayi Berkedok Yayasan di Bogor

Optimisme tersebut karena didasari oleh dua faktor. Per­tama, kondisi ekonomi semes­ter dua ini diharapkan lebih baik dibanding semester I-2015. Kedua, OJK telah memberikan stimulus berupa relaksasi uang muka. “Kinerja pembiayaan syariah masih memungkinkan menyamai tahun lalu. Tapi ka­lau untuk melampaui tahun lalu, rasanya berat,” katanya, Kamis (20/8).

Efrinal bilang, kondisi saat ini kurang menggembirakan, di mana penurunan daya beli sangat terasa. Oleh karena itu, ia tidak berharap muluk-muluk terhadap kinerja pembiayaan secara konvensional maupun pembiayaan syariah pada ta­hun ini. “Sama dengan tahun lalu saja sudah bagus,” ujarnya.

Baca Juga :  Resep Membuat Sandwich Mac and Cheese

Ishak Herdiman, Presiden Direktur PT Citifin Multi Fi­nance Syariah menuturkan, perlambatan tidak hanya di­alami oleh pembiayaan syariah melainkan oleh industri pembi­ayaan secara keseluruhan.

Untuk itu, pihaknya men­empuh berbagai strategi di antaranya melakukan ekspansi pembiayaan dan fokus pada bisnis inti. Dengan demikian, meski di dera perlambatan, na­mun bisnis Citifin tetap mem­bukukan kinerja positif. “Kami juga memperkuat team work dan kompetensi sumber daya manusia, sehingga berpeluang mencetuskan ide guna men­dukung bisnis,” ujar Ishak.