IMG_9849BOGOR TODAY – Seluruh sekolah di Kota Bogor mulai dari SD, SMP dan SMA diwajibkan memasang papan nama sekolahnya dengan Aksara Sunda Ngalagena. Selain itu program Ngabogor (cinta dengan karakter Bogor) yang su­dah diluncurkan awal Agustrus lalu dilakukan pengecekan ke se­tiap sekolah.

Kadisdik Kota Bogor, Edgar Su­ratman, mengatakan, meski cara penulisannya susah, namun ad­anya papan nama sekolah meng­gunakan Aksara Sunda tersebut, akan merangsang anak didik mempelajarinya. “Selain itu seb­agai bukti, orang Sunda mempun­yai tulisan sendiri,” katanya.

Baca Juga :  Jokowi Bagi-bagi Sembako ke Pedagang dan Masyarakat di Pasar Gunung Batu 

Dia juga meminta program Ngabogor yang terdiri dari Nga­bogor Bodas, Hejo dan Bulao benar-benar diterapkan di se­luruh sekolah. “Tolong, Kepala Dinas Pendidikan dicek. Program itu jangan dijadikan slogan saja, sebab terkandung tiga makna Ng­abogor Bodas, hubungan dengan Tuhan, Ngabogor Hejo, dengan alam dan Ngabogor Bulao hubun­gan antarmanusia,” katanya.

Edgar berjanji akan mengecek ke sekolah-sekolah. “Saya akan tes ke setiap sekolah apakah program Ngabogor ini diterapkan atau ti­dak,” tandasnya.

Baca Juga :  Terkendala Kekeruhan, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Akan Lakukan Pemeliharaan IPA dan SPAM Katulampa Senin Mendatang

Menurutnya, Ngabogoh meru­pakan implementasi dari gerakan Bogoh Ka Bogor atau Cinta Ke Bo­gor, yakni tingkat kecintaan telah teramplikasi dalam tingkah laku serta aktivitas sehari-hari pada pelajar.

Sedangkan karakter Bogor yang dimaksudkan, kata Edgar adalah mengenal sejarah Bogor, makanannya, tradisinya, bahasan­ya, prilakunya, sifat-sifat baiknya, menjaga lingkungan, dan meng­hasilkan sebuah karya atau inovasi yang berdampak pada masyarakat luas. “Karakter ini yang akan kita tanamkan ke pelajar,” ucapnya.

(Yuska Apitya)