Untitled-10BOGOR, TODAY – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor menghentikan pembuatan e-KTP se­jak Senin (24/8/2015) lalu. Pasalnya, server penyimpanan data di pemerintah pusat mengalami masalah.

Penghentian produksi e-KTP ini melipu­ti perekaman data, foto, cetak, ganti nama atau alamat serta daftar pembuatan baru.

Hal ini membuat penduduk yang sebe­lumnya sudah mengajukan permohonan masih harus menunggu hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

“Kami tidak bisa melakukan apa-apa un­tuk pembuatan e-KTP karena ada masalah pada data centre di pemerintah pusat. Jan­gankan pembuatan, untuk yang mengaju­kan pindah alamat juga tidak bisa,” ujar Kasi Administrasi Penduduk, Endah Han­dayani, Jumat (28/8/2015).

Endah mengaku tidak mengetahui per­masalahan yang terjadi di server pemer­intah pusat. Entah itu maintenance atau perawatan berkala maupun terkena virus.

“Ya tidak tahu masalah pastinya bagaimana. Tapi kami sudah pasang pem­beritahuan kok,” terangnya.

Endah melanjutkan, untuk permoho­nan pembuatan e-KTP untuk sementara ditahan di kecamatan masing-masing pen­duduk. Masyarakat pun kini di imbau un­tuk tidak datang ke Disdukcapil.

Baca Juga :  Ade Yasin: Kades Harus Pandai Gali Potensi Desa serta Inovatif

“Karena percuma, pasti kami kemba­likan ke kecamatan masing-masing,” tu­turnya.

Lebih lanjut, Endah menjelaskan jika dalam keadaan normal saja, Disdukcapil Kabupaten Bogor bisa memproses pem­buatan e-KTP 200 keping perhari.

“Kalau ditambahkan dengan pembua­tan administrasi dan lainnya seperti akte kelahiran dan lainnya, bisa sampai 1000 perhari,” ungkapnya.

Kekurangan Sumber Daya Manusia

Dengan sumber daya 14 orang yang bekerja di bidang kependudukan, sekitar 10 orang diantaranya bersentuhan lang­sung dengan masyarakat dalam hal admin­istrasi kependudukan dengan rasio empat kecamatan untuk satu orang pegawai.

Sementara itu, masih ada 900 ribu pen­duduk di Bumi Tegar Beriman yang belum memiliki e-KTP. Meski begitu, Endah terus melakukan upaya untuk memuaskan ma­syarakat dalam hal administrasi kepen­dudukan.

“Iya SDM kami memang kurang. Kan dari 14 orang itu, tidak semuanya mengu­rus adminisrasi di garis depan. Bayangkan saja, saat ini kurang lebih perbandingan­nya itu sangat besar timpangnya. Idealnya itu kita punya 20 pegawai untuk adminis­trasilah,” harapnya.

Baca Juga :  Ade Yasin Bersama Pangdam III Siliwangi Bahas Pembangunan Huntap Cigudeg

Parahnya, Endah mengungkapkan, un­tuk menyelesaikan 900 ribu pembuatan e- KTP, membutuhkan waktu lebih dari dua tahun. Itupun dengan bekerja tujuh hari dalam satu minggu dan tanpa istirahat.

“Saya sudah coba hitung. Satu minggu full lho ya, tanpa istirahat. Itu baru selesai lebih dari dua setengah tahun,” urainya.

Sebelumnya, Kepala Disdukcapil Ka­bupaten Bogor, Oetje Subagdja menjelas­kan, permintaan e-KTP yang langsung di­tujukan ke kantornya merupakan berasal dari penduduk pendatang seperti, Kun­ingan dan Makassar yang mengincar lima wilayah ‘seksi’ di Bumi Tegar Beriman.

“Iya mereka biasanya pendatang yang tinggal di Bogor dan bekerja diluar Bo­gor seperti Jakarta. Wilayah yang paling diminati itu Bojonggede, Cileungsi, Cit­eureup, Sukaraja dan Cibinong. Kalau Cileungsi dan Citeureup itu kan daerah industri yah. Nah sisanya itu mengejar akses transportasi yang mudah,” pung­kas Oetje.

(Rishad Noviansyah)