BTMKeberadaan prostitusi pelajar di foodcourt Bogor Trade Mal (BTM) saat ini masih didalami Satpol PP Kota Bogor.

Oleh :Guntur Eko Wicaksono
[email protected] yahoo .com

“Kami masih laku­kan pendalaman dan pemetaan terkait hal ini,” ungkap Kasatpol PP Kota Bogor, Eko prabo­wo, kemarin.

Eko menjelaskan, pihaknya sudah menerjunkan tim untuk mengecek kebenaran prostitusi pelajar yang ada BTM. “Saya sudah perintahkan tim untuk mengecek keberadaan prostitusi yang ada disitu, nanti kalau ter­bukti kita langsung amankan,” ungkapnya.

Ia juga masih meminta agar pihak ormas untuk tidak ber­tindak secara arogan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Kita menyarankan percayakan ke kita saja yang melakukan penyelidikan, dan penindakan yang berkenaan dengan pelanggaran perda, pol pp dan instansi terkait lainnya insyaallah akan melakukan tin­dakan sesuai aturan yg berlaku,” bebernya.

Baca Juga :  UNPAK Lakukan MoU Dengan DJP Kanwil Jawa Barat III

Salah seorang warga, Andre Praseptya, mengakui BTM me­mang menjadi tempat berkum­pulnya para perempuan book­ingan terlebih lagi banyak nya pelajar yang merangkap menjadi perempuan bookingan. “Kalau disitu sih sudah lama, dan sudah banyak orang juga yang tahu ti­dak cuma saya saja dan anehnya tidak ada tindakan dari pemerin­tah terkait ini,” ungkapnya.

Aktivis Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB) yang juga merangkap sebagai Ketua Mah­kamah Laskar Front Pembela Islam (FPI) Pusat, Moh Machsuni Kaloko mengatakan pihaknya meminta Pemkot Bogor untuk menjalankan tugasnya. “Pemer­intah mau bertindak atau tidak menanggapi laporan seperti ini. Kalau saya sebagai aktivis melihat seperti itu saya tidak akan ting­gal diam,” ujar pria yang akrab disapa machsuni.

Baca Juga :  Dinilai Pemberani dan Pemersatu LaNyalla Didorong Maju Capres 2024

Machsuni juga meminta Pem­kot Bogor untuk bergerak secara cepat untuk mengatasi praktik prostitusi yang ada di BTM. “ka­lau memang pemkot sudah tidak bisa memberantas biar kami yang langsung bergerak,” tegasnya.

Terkait Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kabur ke BTM pada saat jam kerja, Kepala Ins­pektorat Pemerintah Kota Bogor, Edang M Kendana, mengaku san­gat menyesalkan. “Itu jelas salah, tolong kasih info siapa orangnya dan dari SKPD mana biar kita tindak sesuai dengan undang-undang,” ujarnya. (*)