Bebek-Sambel-IjoKota Bogor dikenal dengan destinasi wisata kulinernya. Salah satunya berada di Kawasan Air Mancur. Di sana banyak tersebar rumah makan mulai dari menyediakan masakan tradisional hingga western. Tertarik untuk mencobanya? Nah, yang tak boleh Anda lewati, khususnya pecinta olahan Bebek adalah restoran Bebek Pak Ndut. Seperti apa?

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Restoran Pak Ndut ini memberikan kenyamanan tempat yang mem­buat restoran ini selalu ramai dikunjungi. Di sana anda dapat memesan menu bebek dan ayam yang disa­jikan di restoran ini. Sang pemilik Bebek Pak Ndut, Bagyo Ratmanto, mengatakan terdapat 20 lebih menu yang disajikan, mu­lai dari Bebek original, bebek remuk, bebek ijo dan bebek sangan.

Berbagai macam menu bebek yang dita­warkan memiliki penyajian dan kekhasan yang berbeda-beda. “Semua bebek dan ayam kita rebus kurang lebih tiga sampai empat jam agar empuk tanpa dipresto. Be­bek original ini bebek yang digoreng den­gan minyak goreng berkualitas sehingga rasanya sangat gurih dan nikmat sedangkan bebek remuk ini adalah bebek yang disuir-suir terlebih dahulu kemudian digoreng sehingga rasa yang ditimbulkan seperti crispy,” katanya.

“Namun ada dua yang berbeda lagi, be­bek ijo dan bebek sangan. Bebek ijo adalah bebek original yang disajikan dengan sam­bel ijo dan bebek sangan adalah bebek yang dimasak dengan kuali yang terbuat dari tanah liat tanpa menggunakan minyak,” tambah dia.

Baca Juga :  KSPI Sebut PPKM Level 4 Ancam Para Buruh

Salah satu menu favorit dan menarik mi­nat pengunjung yang makan di restoran ini adalah bebek Sangan. Bebek yang disajikan dengan proses penyajiannya tanpa meng­gunakan minyak goreng ini memiliki rasa yang sangat lezat dipadu dengan sambal yang ekstra pedasnya dan lalapan sehat. Menu bebek sangan ini adalah menu bebek yang low fat. Mengapa? Karena bebek ini disajikan dengan cara disangan yaitu dig­oreng di kuali tanah liat tanpa mengguna­kan minyak.

Menu ini sangat cocok untuk pengun­jung yang memiliki program diet karena tidak perlu khawatir akan lemak yang men­gancam program diet anda. “Bebek sangan ini gak bikin gendut,” ujar pria yang pernah 12 tahun tinggal di Jerman ini.

Sang istri tercinta ibu Yusdini juga me­nambahkan, racikan bumbu dan sambal di Bebek Pak Ndut menggunakan bahan-bahan fresh dan berkualitas. Uniknya, restoran Pak Ndut ini juga menyajikan minuman kesehatan tradisional, seperti beras kencur, gula asem dan kunyit asem yang bagus sekali untuk kesehatan wanita. Kelezatan makanan dan kesegaran minu­mannya yang membuat pengunjung selalu ingin kembali lagi untuk membelinya.

“Banyak restoran yang mencoba mena­warkan menu bebek di sekitar sini. Tapi, tak ada satupun restoran yang menawar­kan menu bebek sangan yang lezat seperti restoran ini. Kami memilih bebek jenis an­gon yang merupakan bebek termahal dan direbus menggunakan kayu bakar.” ucapn­ya.

Baca Juga :  Rektor UI Ari Kuncoro Resmi Mengundurkan Diri Sebagai Wakil Komisaris Utama

Sambel yang dibuatnya merupakan racikannya sendiri dan menjadi resep ra­hasianya. Bebek sangan merupakan menu andalannya.

Bagyo mengatakan bahwa nama restoran ini diambil dari nama pemiliknya yang gemuk dan lucu. Nama Pak Ndut ini membawa daya tarik tersendiri karena ke­jenakaannya.

“Bebek di sini beda sama yang di tempat lain. Di sini porsinya lebih besar. Sambelnya oke banget, udah gitu harganya pas dengan kualitas rasa yang sangat lezat” cerita Mia Safitri yang kebetulan sedang menyantap bebek sangan.

Restoran Pak Ndut memiliki fasilitas ru­ang makan lesehan dan berkursi makan serta taman bermain untuk anak-anak kecil. Untuk pasangan kawula muda, restoran ini menyediakan tempat lesehan yang pretty cozy and romantic.

Jika anda ke Bogor, sempatkanlah un­tuk singgah di Restoran Pak Ndut yang be­ralamatkan di Jalan Pemuda No. 9A Bogor. Tempatnya tidak begitu sulit dijangkau. Tepat di pinggir jalan dan dilalui angkot 07. Semoga tempat ini bisa menjadi ruju­kan anda untuk berwisata kuliner di tengah kota Bogor.

(Apriyadi Hidayat)