Foto-HL-(2)KEDISPLINAN menjadi nilai utama dalam proses pembelajaran siswa dan siswi, termasuk bagi para pendidik yang menjadi garda depan keberhasilan.

Oleh: RIFKY SETIADI
[email protected]

Usai penyelenggaraan Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) Tahun Pelajaran 2015/2016, keluarga besar Yayasan Dasa Semesta Kota Bogor ber­sama lingkungan Yayasan Pendidikan Islam Darussalam, menggelar penutu­pan acara di Kebun Raya Bogor pada Kamis (30/07/2015), lalu. Sekitar 500 pelajar berkumpul membangun hara­pan menyambut masa pembelajaran baru di sekolah masing-masing. Seko­lah-sekolah tersebut antara lain SMP Yadasta Bogor, MTs Darussalam, SMK 1 Yadasta Bogor Bogor, SMK 2 Grafika Yadasta Bogor dan SMA Yadasta Bogor.

Empat sekolah itu selesai menggelar MOP­DB bagi para siswa dan siswinya. Sebanyak 125 orang siswa diterima sebagai siswa baru di SMP Yadasta Bogor, sementara di SMK 1 Yadasta diterima 245 siswa, SMK Grafika Yadasta 2 Bogor sebanyak 60 orang, SMA Yadasta sebanyak 40 orang dan MTs Darussalam sebanyak 420 siswa baru. Rangkaian kegiatan MOPDB di sekolah masing-masing yang ditutup secara bersama itu, dimaksudkan agar hubungan para siswa semakin akrab, saling mengenal dan memiliki semangat silaturahmi seb­agai keluarga besar. Pembina Yayasan, H. Hasan Zainal Abidin, EZ mengungkapkan bahwa yayasan sengaja mempertemukan antara para siswa dan para pendidik. “Semua harus memiliki semangat dan nilai yang sama dalam menjalankan proses pendi­dikan. Karenanya kebersamaan itu harus dijaga dan nilai kedis­iplinan perlu diterapkan sebagai budaya sekolah,” tegasnya.

Bagi Hasan, kedisiplinan di dunia pendidikan menjadi sangat penting sebagai nilai yang harus benar-benar tertanam secara benar, baik itu ketepatan waktu, menjalankan hak dan kewajiban, kerapihan berseragam hingga pemanfaatan waktu. “Ini berlaku tidak hanya untuk siswa, tetapi juga bagi para pendidik di lingkun­gan yayasan,” pesannya. Para siswa dan siswi yang memilih sekolah di lingkungan tersebut merasakan indahnya nilai ke­bersamaan yang dibangun sekolah tersebut. Diung­kapkan oleh Diana Ajeng, siswi asal SMP Al-Irsyad Bogor yang melanjutkan pendidi­kannya ke SMA Dasa Semesta Bogor, ia merasa senang dengan suasana kekeluargaan yang dibangun sekolahnya. “Pendi­dikan dan kedisiplinannya, termasuk kondisinya juga sama saja dengan sekolah negeri,” ujar siswi kelahiran Bogor, 1 Februari 2000. Putri dari Dani dan Anirah ini percaya cita-citanyasebagai foto­grafer dan penulis bisa sukses melalui pembela­jaran di sekolah ini. Hal senada juga diungkapkan Imaniar, siswi yang memilih Produksi Grafika di SMK 2 Dasa Semesta Bogor. Pelajar kelahiran Bogor, 2 Maret 2000 ini melihat konsep kedis­iplinan sangat penting. “Sekolah memang harus disiplin, karena itu kunci kesuksesan. Sekolah ini sangat berbeda dengan sekolah lainnya,” ujar putri dari Ade Solihin dan Yusi Herawati ini.

Sedangkan Amelia Putri, siswi lulusan SD Langensari Bogor yang melanjutkan pendidi­kannya di SMP Dasa Semesta Bogor mengemukakan alasannya bahwa memilih sekolah ini karena guru-gurunya baik dan tegas. “Guru-gurunya baik dan tegas, jadi kita bisa belajar dengan sung­guh-sunguh,” ujar putri dari Suparman dan Euis kelahiran Bogor, 1 Desember 2003 yang ingin menjadi seorang ustadzah ini. Diung­kapkan juga oleh Siti Nurhayati, siswi yang melanjutkan ke MTs Darussalam Bogor, konsep sekolah yang dipilihnya juga memiliki nilai keislaman yang baik “Tidak hanya sekedar belajar biasa, teta­pi juga ada nilai-nilai keislaman yang diberikan,” ujar gadis kecil kelahiran Bogor, 5 November 2002 yang merupakan putri dari Us­man dan Rukiyah. Sebab itu pula, ia bercita-cita menjadi seorang guru. Sementara Siti Asiah, pelajar yang memilih pendidikannya di jurusan Akuntansi di SMK 1 Dasa Se­mesta Bogor mengungkapkan, sekolah di lingkungannya sangat tepat dan efisien. “Sekolah ini letaknya strategis, terjangkau, baik biaya maupun lokasinya. Paling penting karena nilai keagamaan dan kedisiplinannya sangat baik,” ujar putri dari Karni dan Dedeh kelahiran Bogor, 16 Sep­tember 1998 ini.