alfian mujani 240KETIKA Laksamana Sudomo diangkat sebagai Pangkop­kamtib oleh Presiden Soeharto, gebrakan spektakulernya adalah mem b e r a n t a s pungli alias pun­gutan liar. Dampa­knya luar biasa. Semua instansi pemerintah menja­di ketakutan dengan segala macam pungutan. Termasuk sekolah takut memungut iuran dari murid. Akibatnya, sekolah kehilangan sumber pembiayaan. Maklum, anggaran dari APBN pada waktu masih sangat minim.

Banyak sekolah yang nyaris tak bisa ber­operasi karena tak punya dana untuk beli ka­pur, bayar honor guru, dan membayar biaya operasional lainnya. Itu sebabnya, para orang tua murid berinisiatif menggalang dana sum­bangan sukarela. Namun ada saja orang tua murid yang menolak. Kabar ini sampai ke Su­domo. Ia pun datang ke sekolahan ternama di Jakarta ‘’Apa benar di sekolah ini ada pungli?’’ tanya Sudomo. ‘’Tidak ada Pak. Yang ada di sini Susu Tante (sumbangan sukarela tanpa te­kanan),’’ jawab Ketua POMG yang memimpin penggalangan dana operasional sekolah. ‘’O.o.o, susu tante ya,’’ timpal Sudomo sambil tersenyum.