[metaslider id=15307]

Tak ada yang menyangka, jika sebuah tempat pembuangan sampah yang dianggap kotor, kumuh, jorok, bahkan menjijikkan oleh kebanyakan orang, justru bisa menjadi mata pencaharian untuk mengais rejeki. Seperti yang dilakukan oleh Sumarsih (42), warga yang bertahan hidup diantara tumpukan sampah. Ia setiap hari rela bangun pagi Pukul 06.00 WIB, untuk memilah sampah yang masih bisa dimanfaatkan.

Selain Sumirah ada beberapa warga yang sengaja membangun timpat tinggal dipinggiran tempat pembuangan sampah Galuga, Kabupaten Bogor. Meski beralaskan seadanya dan hanya beratap plastik rongsokan mereka tetap bertahan mengais rejeki diantara kotornya sampah yang berasal dari Kota dan Kabupaten Bogor.

Bukan keingin dia untuk tetap berada disana seorang diri tanpa suami atau sanak keluarga namun karena sumirah tak tau lagi harus tinggal dimana dan bekerja kemana sementara ia menyadari tak memiliki keahlian apa apa. “terpaksa saya tetap berada disini karena saya gak tau harus tinggal dimana lagi” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dirinya masih merasa punya harga diri walau harus berteman baik dengan sampah dari pada harus mengemis, menadahkan tangan dibawah mengharap belas kasih dari orang lain. Memang tak banyak uang yang bisa didapatkan dari hanya sekedar memulung namun saya masih punya harga diri dibandingkan mereka yang hanya mengemis dibahu jalan ataupun di jembatan penyebrangan “saya lebih baik disini, daripada harus mengemis dijalanan” tutupnya.

(naskah/foto : Kozer)