DSC_0328BOGOR TODAY – Polemik terkait adanya praktik pungut di Terminal Baranang­siang Kota Bogor semakin rumit. Meski sejumlah mengklaim bahwa seluruh ak­tivitas pungutan di Terminal Baranang­siang adalah ilegal, ternyata DLLAJ Kota Bogor diberi target sesuai rapat angga­ran tahunan.

Kepala UPTD Terminal Kota Bogor, Islahudin Isma, membantah, pihaknya melakukan pungutan ilegal “Memang benar kami tarik. Tapi itu sah menurut perda, kami juga ditarget sesuai amanah perda,” kata dia.

Selain itu, Islahudin juga men­gatakan mengenai penarikan retri­busi itu akan terus dilakukan selama pihaknya masih melakukan pelayanan yang ada di Terminal Baranangsiang. “Selama kami masih melakukan pelay­anan di terminal maka kami akan laku­kan penarikan retribusi, toh juga retri­busi tersebut masuknya ke anggaran daerah,” ujarnya.

Mengenai target yang diberikan oleh Dispenda, Islahudin, mengatakan target yang harus disetorkan dari PAD Termi­nal Barangsiang adalah RP. 492.480.000 pertahunnya. “Target segitu berat kami rasakan permasalahannya kita juga ti­dak diberikan anggaran oleh daerah untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas ter­minal yang rusak jadi penumpang pada kabur akibatnya para pedagang pun banyak yang tutup bagaimana kami mau menariki retribusinya,” bebernya.

Baca Juga :  Puluhan Rumah di Bogor Rusak Diterjang Angin Kencang

Islahudin merasa keberatan karena PAD yang dibebankan terkait Terminal Baranangsiang yang saat ini statusnya masih abu-abu sangatlah berat dira­sakan oleh pihaknya. “Saya sudah me­minta dinas untuk mengirimkan surat kepada Dispenda agar target retribusi terminal Baranangsiang untuk tahun 2016 dihapuskan,” ungkapnya.

Soal retribusi di terminal dengan sta­tus quo ini, Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor, Yus Ruswandi, menilai, target PAD yang diberikan kepada UPTD Ter­minal di Baranangsiang terlalu mini. “Itu sangat jauh lah. Bayangkan saja, ter­minal sebesar itu, hanya ditarget pema­sukan Rp400 jutaan. Padahal, nilai lo­gisnya bisa Rp1 miliar lebih per tahun,” kata dia.

Baca Juga :  Sebentar Lagi, Perumda Tirta Pakuan  Bakal Meresmikan Command Center Sebagai Pemecah Masalah Dari Hulu Sampai Hilir

Politikus Golkar itu juga mengatakan sebelumnya PAD yang harus disetorkan kepada Pemkot Bogor dari ketiga termi­nal tersebut sebelum tahun 2012 yakni Rp 22 milliar. “Sekarang itu target PAD mereka dari ketiga terminal adalah Rp 17 Milliar berkurang sudah Rp5 milliar, seharusnya mereka tidak merasa berat,” ujarnya.

Yus juga mengungkapkan keganjilan yang terjadi di UPTD Terminal kalau memang anggaran yang dibayarkan ke­pada pemkot terminal Baranangsiang hanya RP. 492.480.000 pertahunnya. “kalau memang mereka segitu sudah keberatan, masa yang sub terminal yang ukurannya lebih kecil dari terminal type A targetnya lebih besar,” ungkapnya.

(Guntur Eko Wicaksono)