Berita-3-(1)BOGOR, Today – Tidak ingin dipusingkan dengan kisruh di tataran elit persepakbolaan Indonesia yang tidak kunjung usai, Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Bogor terus men­jalankan proses pembinaan atlet sepakbola Kota Bo­gor. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Askot PSSI Kota Bogor, Eko Prabowo.

Eko juga menyayangkan tindakan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi terkait kis­ruh di PSSI. Menurutnya, disatu sisi pemerintah ingin memajukan persepakbolaan, namun disisi lain, pem­bekuan PSSI belum juga dicabut. “Sejumlah program latihan, dan pembinaan di Kota Bogor terus berlang­sung dikalangan para atlet sepakbola dari kelompok semua usia,” ujar Eko Prabowo.

Baca Juga :  Tahun Ini Akan Ada Dua GOR yang Akan Berdiri di Kota Bogor Sebagai Janji Kampanye Wali Kota

Ia mencontohkan, sejumlah tim sepakbola U-10, dan U-12 saat ini tengah dipersiapkan untuk mengikuti Liga Danone, sedangkan tim sepakbola U-15, dan U-18 juga tengah difokuskan menghadapi Porda Jabar 2018 mendatang.

“Para atlet telah dibekali berbagai teknik, mental, dan pola permainan sehingga dipastikan September mendatang tim sepak bola U-15 PSSI Kota Bogor akan mengikuti kejuaraan sepakbola Asprop di Kota Band­ung,” sambungnya.

Eko juga meminta agar pihak sekolah di Kota Bo­gor tidak mempersulit para siswanya yang akan mengi­kuti program latihan, mengingat para atlet sepakbola merupakan para pelajar. “Sejumlah sekolah dinilai ti­dak memberikan izin berupa dispensasi terhadap para siswanya yang akan megikuti program pembinaan. Jika siswa turut aktif dalam mengikuti berbagai kegiatan olaharaga , setidaknya para siswa ini akan terbagunun mental, fisik, dan pola pikir, yang pada akhirnya bisa meminimalisir tindakan serta prilaku menyimpang,” tegas Eko Prabowo.

Baca Juga :  KORMI Kota Bogor Raih 9 Juara di 5 Inorga pada Pembukaan FORPROV ke 4 Tahun 2022

Ia juga akan mendesak Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Edgar Suratman untuk mengin­truksikan kepada para kepala sekolah untuk tidak menghalangi para siswa berprestasi, khususnya di bidang olahraga sepakbola. “Saya akan men­dorong Dinas Pendidikan agar bisa berkoordi­nasi dengan pihak sekolah untuk mem­berikan dis­pensasi bagi para siswa yang akan mengikuti program pem­binaan sepakbo­la,” pungkasnya.

( A d i l l a P r a ­s e t y o Wi b o ­wo)