tauranBOGOR TODAY – Langkah ratusan pela­jar yang mengadakan longmarch dari air mancur menuju ke arah jalan baru dengan menggunakan seragam dengan atribut yang sama terhenti oleh barikade aparat kepoli­sian dari Polres Bogor Kota, kemarin.

Ratusan pelajar itu dibubarkan lantaran polisi menduga mereka akan menggelar tawuran di depan GOR Padjadjaran, Kota Bogor, kemarin.

Menurut data yang dihimpun BOGOR TODAY, ratusan pelajar berseragam seko­lah tersebut merupakan siswa dari SMK Tri Darma Bogor.

Petugas Patwal Polres Bogor Kota, Brig­adir Billy menyampaikan, ia tengah berada di Jalan Pemuda, usai mengamankan per­tandingan futsal yang digelar di stadion tersebut. Tak lama, rombongan pelajar dari salah satu sekolah menengah kejuruan melintas dari arah kawasan Air Mancur ke arah Jalan Baru. “Pukul 19:00, sekitar 500 lebih pelajar datang beramai-ramai, seba­gian masih berseragam,” kata Billy.

Baca Juga :  Tirta Pakuan Minimalisir Gangguan Layanan Saat Pengerjaan Penggantian Valve Induk

Billy mengatakan, rombongan pelajar itu mengancam keamanan dan ketertiban, serta sempat membuat rusuh dan ribut dengan warga. Ia segera menangkap dua orang yang diduga provokator.

Kedua pelajar itu, ujar Billy, akan dia­mankan ke kepolisian dan diserahkan ke Sentra Pengaduan Kepolisian (SPK). Saat //Republika// memantau lokasi, dua orang pelajar masih berada di mobil polisi, se­mentara puluhan lainnya diertibkan di pedestrian. “Ini sudah tinggal sedikit, tadi lainnya sudah pada kabur. Ada yang bawa senjata tajam,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan, Perumda PPJ Kota Bogor Berencana Buka Pasar di Tanah Baru 

Ia mengatakan, pihak keluarga harus datang menjemput kedua pelajar terduga provokator tawuran itu. Puluhan siswa yang masih ada di lokasi, selanjutnya akan dikawal dan dibubarkan.

Andi (16), Seorang pelajar yang ikut dalam rombongan sempat ditanya oleh wartawan koran ini mengaku, mereka su­dah merencanakan perjalanan ini sudah se­jak satu bulan yang lalu dan memang den­gan tujuan mencari anak sekolah lain untuk mereka jadikan sasaran lawan. “Tri Darma kenapa memang, mau ngelawan,” ujarnya.

(Guntur Eko Wicaksono)