Foto-HLPROSES akreditasi merupakan proses penilaian lingkup sekolah atau madrasah dalam hal melakukan kegiatan pendidikan. Proses ini menjadipenting sebagai potret yang memberikan gambaran bagi pencapaianpendidikan. Tentu saja, kejernihan kamera akan mempertajamhasil yang terlihat.

Oleh: RIFKY SETIADI
[email protected]

Pelaksanaan penilaian Akreditasi Sekolah/ Madrasah kembali di­lakukan di MTs Darussalam Kota Bogor. Penilaian ini merupakan perbaikan dari penilaian yang sebelum­nya telah dilaksanakan pada tahun 2011 silam. Standar isi, standar proses, stan­dar kelulusan, standar sarpras, standar pendidik dan tenaga kependidikan, stan­dar penilaian, serta standar pembiayaan memiliki kriteria juknis yang dinilai oleh assessor berupa laporan dalam bentuk fisik.

Melalui status terakreditasi sekolah atau madrasah akan diakui oleh pemerin­tah dalam hal melakukan kegiatan pendi­dikan, termasuk didalamnya pemberian bantuan, pengusulan program-program yang akan direncanakan oleh sekolah atau madrasah dilihat dari status akreditasi itu. Proses ini diharapkan menjadi pendorong dan dapat menciptakan suasana kondusif bagi pertumbuhan pendidikan dan mem­berikan arahan untuk evaluasi diri ma­drasah yang berkelanjutan, serta menye­diakan perangsang untuk terus berusaha mencapai mutu yang diharapkan.

Karenanya, dua assesor datang ke Mts Darussalam Bogor untuk menjalank­an proses evaluasi tersebut pada Senin (07/09/2015), kemarin. Dua tenaga as­sesor, yaitu H. Elang Kusnendar, AP dari Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat dan Drs.Hidayat Abdul Manan, M.Si sebagai tim Badan Akreditasi Nasional(BAN) Provinsi Jawa Barat berke­sempatan berkunjung ke madrasah yang beralamat di di Jl. RE. Soemantadiredja No. 15, Pamoyanan, Bogor Selatan. Kedua assesor itu disambut hangat oleh para siswa dan siswi sejak gerbang jalan hingga pintu masuk madrasah. Marching band Mts Darussalam juga turut memeriahkan penyambutan kedua assesor tersebut, se­lain marawis para siswa. Di ruangan, para siswa dengan hangat menyambut dengan shalawat. “Syukur Alhamdulillah, ke­datangan assesor merupakan kesempa­tan bagi kami mengevaluasi diri. Mudah-mudahan mendapat nilai yang pantas dan memacu kami untuk lebih baik,” ujar H. Ijan Sujana, M.Pdi, Kepala Madrasah Mts Darussalam Bogor.

Ijan berharap visi besar madrasahnya untuk membangun lingkungan pendi­dikan yang inovatif, memiliki seman­gat kebersamaan dan kedisiplinan yang tinggi mampu meningkatkan kepercay­aan masyarakat yang selama ini sudah terbangun. Ia juga mengutarakan, pro­gram melalui visitasi assesor ini meru­pakan kesempatan bagi sekolah untuk menjalankan berbagai komponen yang mengacupada Standar Nasional Pen­didikan. “Ujung-ujungnya, tak hanya perolehan status, tetapi meningkatnya kualitas pendidikan,” tegas Ijan. Ia men­targetkan, madrasah bisa mencapai hasil poin 95 dalam proses ini.

Melalui visi dan misi Mts Darussalam untuk mewujudkan siswa yang berwa­wasan ilmiah, berkualitas unggul dan be­rakhlak terpuji dalam bidang imtaq dan iptek, madrasah yang berada di bawah Yayasan Pendidikan Islam Darussalam Bogor ini berupaya melayani kebutuhan masyarakat di dunia pendidikan. “Kita berupaya meningkatkan kualitas dan melayani kebutuhan pendidikan ma­syarakat dengan baik dengan mencip­takan berbagai program pembentukan karakter siswa,” ujar Encep Basuni H, S.Pd.I, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan. Upaya itu diperkuat den­gan pengembangan program yang leb­ih fokus terhadap minat siswa dalam mengasahkemampuan qiraat dan tah­fidz. Selain program mingguan salat Dhuha dan kultum Dhuha bagi peserta didik serta program kultum Dzuhur bagi para pendidik setelah shalat berja­maah. “Para siswa harus mulai dibentuk denganwawasan dan karakter positif agar potensinya berkembang, kompeten dan berakhlak terpuji,” ujar Encep.

Sementara, H. Elang Kusnendar, AP mengingatkan terbentuknya madrasah berasal dari semangat masyarakat, khu­susnya para ulama, namun demikian hasil pendidikan madrasah tidaklah di­maksudkan sebagai pendidikan profesi. “Madrasah itu tidak ada bedanya dengansekolah lain. Hanya jalannya saja yang berbeda. Tapi, secara teknis, dalam prosesbelajar mengajar secara formal, madrasah tidak berbeda dengan seko­lah,” papar Elang. Pendidikan madrasah juga telah tumbuh dan berkembang se­hingga merupakan bagian dari budaya Indonesia, karena ia tumbuh dan ber­proses bersama dengan seluruh proses perubahan dan perkembangan yang ter­jadi di dalam masyarakat.