motogp

Para pecinta MotoGP di Indonesia kini bisa sedikit bernafas lega. Mereka tak perlu lagi repot harus keluar negeri atau hanya sekedar nonton di TV.

Pasalnya, sirkuit Sen­tul, Bogor, Jawa Barat, siap meng­gelar MotoGP pada 2017 mendatang.

Menurut General Manager Sirkuit International Sentul, Lola Moenek, saat ini pihak Sirkuit Sentul masih terus melakukan pembicaraan untuk berbarengan merombak sirkuit yang saat ini memiliki panjang 4,12 km dan lebar 15 m.

“Kita tidak mungkin kerja sendiri, karena harus bareng-bareng dengan pamerintah, karena MotoGP menyangkut investor asing yang akan ma­suk dan devisa negara juga,” kata Lola kepada VIVA.co.id, di Sirkuit Sentul, Bogor.

Jika sirkuit jadi dirombak dan digelar MotoGP, Lola men­gatakan, setidaknya ada 150 media yang meliput dari berb­agai negara. Tentunya kata dia, ini bisa menambah promosi In­donesia di mata dunia.

“Jadi untuk sentul kita se­lalu siap, karena ingat Sentul pernah buat MotoGP 1996 dan 1997. Artinya untuk kita melakukan lagi tidak terlam­pau sulit. Hanya tinggal dukun­gan pemerintah karena sirkuit harus Grade A (F1) atau Grade 1 (MotorGP) dan sekarang kita masih Grade 3,” ungkap Lola.

Lola pun menuturkan, untuk menjadi Grade A, atau juga setara dengan lintasan F1, setidaknya seluruh bagian di sirkuit dilakukan perombakan pada 2016 mendatang. Mulai dari aspal, penambahan jarak lintasan, perubahan paddock dan lainnya.

Tak hanya sekedar basa-basi, kata Lola, tiga arsitek konsultan untuk pembuatan sikuit yang direkomondasikan Federation of International Mo­torcycling (FIM) telah beberapa kali datang ke Sentul untuk me­lihat dan siap merancang agar bisa digunakan untuk balap MotoGP dan F1.

“Kami ingin menyajikan sebuah entertainment dan safety. Target kita Insya Allah, kita minta doa dari masyara­kat Indonesia dan pemerintah segera dilakukan di 2016 akan lebih dulu di upgrade dan 2017 kita mulai MotoGp,” tutupnya.

Biaya Rombak Sirkuit Sentul

Sirkuit International Sentul, Bogor, Jawa Barat, siap meng­gelar event balapan MotoGP pada musim 2017. Recananya, sirkuit yang resmi digunakan pada 1994 itu segera dirombak pada awal 2016 mendatang.

Menurut Direktur Sirkuit Sentul, Tinton Soeprapto, saat ini pihak Sentul masih menunggu untuk menghadap Presiden RI, Joko Widodo.

Pria yang juga mantan pembalap nasional itu juga me­nyatakan bahwa dengan ikut andilnya Sirkuit Sentul pada MotoGP 2017 nanti tentunya hal itu tidak hanya mengun­tungkan pihak Sirkuit Sentul semata sebagai pihak swasta, tetapi juga pemerintah.

“Kata Bapak Menteri Pari­wisata juga bilang ini untung. Hari itu juga bisa menghasilkan Rp3 triliun, dari penyiaran, masukin iklan berapa detik juga dikalikan Rp10 juta juga bisa, tiket Rp120 ribu kali bera­pa,” kata Tinton.

“Jadi tidak ada kata pem­borosan, tidak ada istilah ko­rupsi. Dan tahun kedua setelah perombakan, luar biasa itu tinggal menikmati saja. Ini bu­kan pemerintah kasih terus in­vestasi swasta gila, bukan itu. Tapi, (investasi,red) ini men­guntungkan,” tambah Tinton.

Tinton juga mengatakan, sangat disayangkan jika tingginya minat masyarakat akan balapan MotoGP, namun event-nya tak pernah ada di In­donesia.

Demikian juga dengan pen­jualan motor terbesar di du­nia kedua adalah Indonesia, namun tetap tidak ikut andil dalam ajang MotoGP.

Ayah dari pembalap nasion­al Ananda Nikola dan Moreno Suprapto itu juga mengatakan bahwa di 2016 nanti, setahun penuh sarana dan prasarana dari Sirkuit Sentul dirombak. Lantas berapa biaya untuk merombak sirkuit Sentul?

“Sekitar 7 juta Euro (admin­istrasi dan penandatanganan kontrak), pembangunannya Rp200 Miliar, dan US$1,5 juta itu untuk pengakuan kita bisa buat F1 (lintasan Grade 1) dan MotoGP (lintasan Grade A),” jelasnya.

Indonesia dan Thailand menjadi dua negara yang memperebutkan slot satu seri di kalender terakhir MotoGP musim 2017 mendatang. Dor­na, promotor MotoGP, sudah memberikan sinyal positif un­tuk Indonesia. (*)