antarafoto-pemangkasan-jumlah-angkot-080115-firmansyah-3BOGOR TODAY – Adanya penutu­pan jalur angkutan perkotaan (an­gkot) dari Pasar Kebon Kembang menuju ke Jalan MA Salmun, me­nimbulkan persoalan baru bagi masyarakat dan sopir Angkutan Perkotaan (Angkot). Kemarin, pu­luhan sopir Angkot menggrudug kantor Dinas Lalu Lintas dan An­gkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor di Jalan Raya Tajur no 54, Keca­matan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Puluhan sopir angkut dengan menggunakan angkotnya me­madati parkiran kantor DLLAJ sekitar pukul 10:30 WIB. Dengan penuh emosi mereka meminta untuk DLLAJ membuka penu­tup jalan di dekat perlintasan rel kreta api, agar jalan bisa dilintasi oleh kendaraan roda empat. Tidak puas dengan keputusan dikantor DLLAJ, karena belum bisa membuka penutup jalan dan hanya dihadapi oleh Kasi Daltib Empar Suparta mereka menuju Balaikota Bogor.

Sopir angkot 10, Beni (40), mengaku penghasilannya setelah penutupan merosot lebih dari 50 persen, lantaran penumpang enggan naik angkot menuju Pasar Kebon Kembang. Belum lagi ada pelanggaran trayek. “Ini sangat memberatkan, karena penghasi­lan kurang dari setengahnya. Jadi harus ada solusinya untuk kami, apalagi bentroknya trayek antara trayek 10 Bantar Kemang – Merdeka dan 01 Cipinang Gading – Sukasari Merdeka dengan 02 Su­kasari – Bubulak di kawasan Jalan Mayor Oking hingga Kapten Mus­lihat,” ungkapnya, usai mediasi.

Baca Juga :  44 Karya Ilustrasi dari 18 Seniman Dipamerkan di Kota Bogor

Beni juga menginginkan adan­ya pembenahan bagi kendaraan roda dua yang disinyalin makin menjamur hingga memadati jalan. “Data terakhir penduduk Kota Bo­gor yang saya baca ada 1 juta jiwa dan kendaraan roda dua di Kota Bogor mendekati 500 ribu kenda­raan. Sehingga makin semraut jalanan Kota Bogor, “ tambahnya.

Senada dengan Beni, sopir an­gkot 10 Dirman (49) mengatakan, ditutup nya jalur akses perlint­asan rel itu banyak yang kom­plain dan marahnya. “Biasanya kan boleh, tapi ditutup saat ini jadi pendapatan berkurang 70 persen. Saya bingung untuk anak sekolah saja, ada lima anak semua masih sekolah, SMA 2 orang, SMP 2 orang dan SD satu,” katanya.

Kasi Daltib pada DLLAJ Kota Bogor, Empar Suparta menu­turkan, dari pihak pengemudi meminta dibuka jalur akses itu, namun apa yang disampaikan bukan kebijakan pihak DLLAJ saja. “Saya diperintahkan untuk menghadapi. Sehingga saya me­nyampaikan untuk menampung aspirasi dan dikorrdinasikan ke pimpinan dan OPD lainnya yang terkait,” tuturnya.

Baca Juga :  Tirta Pakuan Temu Pelanggan di Kelurahan Sindang Rasa Bogor Timur Terkait Pelayanan Zona 1

Terpisah, Kasie angku­tan dalam trayek Ari Priyono menjelaskan, DLLAJ tengah men­cari solusinya, karena penutupan itu berkaitan dengan penataan pasar Kebon Kembang. Sehingga tidak bisa dilakukan satu dinas, tapi lintas intansi. Semua me­mang trayek mengarah ke pasar Kebon Kembang, kedepan pi­haknya akan menyampaikan untuk pengaturannya. “Untuk pelanggaran pak Empar sudah melakukan penertiban dilapan­gan untuk angkot yang tidak ses­uai trayeknya dan yang men­getem di depan stasiun untuk angkot 02 itu,” akunya.

Ari menegaskan, untuk ma­salah penutupan sudah disosia­lisasikan, namun kali ini sopir berkeberatan karena pendapa­tannya menurun. “Harus berkoordinasi dahulu dengan in­stansi lain dan OPD lainnya. Tapi akan secepatnya disampaikan, sehingga ada solusi dikedua be­lah pihak,” tuntasnya.

(Guntur Eko Wicaksono)