BTMKetua Komisi C DPRD Kota Bogor, Yus Rus­wandi, mengatakan pihaknya datang un­tuk menindak lanjuti progres apa yang sudah di lakukan oleh pihak manajemen BTM ten­tang perbaikan saluran IPALnya. “Kami lihat, pembuatan bak untuk TPS sudah dilaksanakan, sehingga sampah basah dan kering sudah terpisah, selain itu, bak kontrol juga sudah ada. Sehingga tidak lagi ada air licit yang keluar dan aroma bau menyengat yang sebelumnya sangat mengganggu sekarang su­dah berkurang,” kata Yus kemarin.

Namun, pihaknya meminta agar pengoperasian ABS Pengelo­laan air limbahnya jangan hanya dilakukan setengah hari, tetapi dilakukan selama 24 jam nonstop supaya air yang dikeluarkan dari instalansi tetap steril. “Kami ingin air yang dikeluarkan itu clean and clear,” ungkapnya.

Baca Juga :  Favehotel Padjajaran Bogor Tambah Layanan Hiburan TV On-Demand Untuk Para Tamu

Yus juga mengatakan pihaknya akan melakukan sidak kembali ter­kait progress IPAL BTM yang saat ini sedang diperbaiki. “Kami akan kembali tiga minggu lagi kesini un­tuk mengecek keseluruhan kem­bali,” bebernya.

Lebih lanjut, Yus juga men­erangkan bahwa pihaknya meru­pakan wakil rakyat yang bisa melakukan sidak kapan saja tanpa harus mengirimkan surat terlebih dahulu. “Kami ini wakil rakyat jadi kalau kami meninjau lokasi tidak perlu kirim surat terlebih dahulu, kami datang berdasarkan keluhan warga,” pungkasnya.

Sementara Properti Manager Bogor Trade Mall (BTM), Di­mas Mituhu Setyowusono men­gatakan, dalam perbaikan terse­but akan melaksanakan semua yang direkomendasikan dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH). “Besok sistemnya sudah mulai dioperasikan, untuk hasilnya akan kembali di lab, se­lama 3 minggu semoga hasilnya lebih baik dari sekarang,” ujarnya.

Baca Juga :  Bapenda Optimis PAD Kota Bogor Meningkat Saat Diberlakukan UU HKPD

Dikatakan Dimas, dari yang hasil lab yang distandarkan BPLH sebelumnya, COD, PH, BTS dan oli bagus semua, namun BOD, COD2 tinggi, karena pada saat pengu­rasan bakteri nol lagi. “Semoga hasil lab nanti bisa lebih baik,” ujarnya

Setelah sistem itu berjalan, lan­jut Dimas, untuk mengetahui hasil­nya, maka pihaknya akan undang BPLH supaya bisa melihat lang­sung, hal itu dilakukan sebagai an­tisipasi kalau ada kesalahan maka bisa secepatnya di revisi.

Oleh :Guntur Eko Wicaksono
[email protected] yahoo .com (*)