IMG_20150819_194302Takoyaki merupakan makanan asal daerah Kansai di Jepang, berbentuk bola-bola kecil dengan diameter 3-5 cm yang dibuat dari adonan tepung terigu diisi potongan gurita di dalamnya. Takoyaki biasanya dijual sebagai jajanan di pinggir jalan untuk dinikmati sebagai cemilan. Kini, camilan negeri sakura tersebut makin digandrungi di Indonesia. Bahkan, beragaram tawaran mitra usaha pun bermunculan. Seperti misalnya di Bogor ada Mellfayo Takoyaki besutan Andi Anggara Wicaksono.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Mellfayo Takoyaki menawar­kan enam paket investasi mulai dar i Rp 2,7 juta hing­ga Rp 34,5 juta. Mitra akan mendapat bahan baku awal hingga alat promosi. Mitra bisa balik modal beberapa bulan saja.

Mellfayo Takoyaki ini Andi mulai sejak tahun 2012 silam. Selain takoyaki, Andi juga menyajikan menu okonomiyaki yang berbahan dasar tepung terigu dengan cam­puran sayuran seperti kol, telur ayam dan makanan laut.

Saat ini ada satu gerai milik pusat yang berdiri di Bogor, Jawa Barat. Agar ger­ainya bisa cepat berkembang, Andi mulai menawarkan kemitraan usaha di Septem­ber 2015. Lantaran masih anyar, saat ini belum ada mitra yang bergabung.

Dia menawarkan enam paket investasi, yakni senilai Rp 2,7 juta, Rp 4,9 juta, Rp 7,5 juta, Rp 9,9 juta, Rp 14,9 juta hingga paket terlengkap senilai Rp 34,5 juta. Khu­sus paket termurah, hanya mendapatkan mendapatkan peralatan usaha, seragam karyawan, bahan baku awal serta alat pro ­mosi. Sementara paket lainnya mendapat­kan booth dan fasilitas peralatan usaha serta jumlah bahan baku yang lebih ban­yak sesuai paket yang dipilih.

Andi mengklaim, kelebihan produknya berasal dari citarasa yang spesial karena merupakan racikan resep sendiri dari hasil riset dan survei yang mendalam. Sehingga dia menggaransi rasa produk selalu kon­sisten.

“Mellfayo t akoyaki berbeda dengan takoyaki pada umumnya,proses produk­sinya Didampingi oleh rekan para baker ahli, kami bereksperimen untuk mencip ­takan kesempurnaan rasa dar i Takoyaki. Setelah beberapa kali percobaan, racikan resep kami yang terakhir menemui titik survey tertinggi, rasa khas Jepangnya telah kami sesuaikan dengan selera indone ­sia, rasa dan teksturnya banyak di gemari dari semua usia, semua kalangan bisa menikmatinya,yang terutama sudah pasti jadi favoritnya anak-anak dan remaja,” jelas Andi seperti dikutip BOGOR TODAY di website-nya.

Dia tidak mengutip biaya royalti dalam kerjasama ini, namun mitra harus membeli bahan baku utama kepada pusat , dianta­ranya tepung mix tako seharga Rp 45.000 per kg dan saus seharga Rp 45.000 per liter.

Harga jual menu rata-rata sekitar Rp 11.000 per porsi. Dari gerai miliknya yang sudah berjalan, omzet yang bi sa diraih berkisar Rp 500.000 sampai Rp 700.000 per hari, atau sekitar Rp 15 juta hingga Rp 21 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya sewa tempat, pembelian bahan baku, gaji pegawai dan biaya operasional lainnya, mi­tra masih bisa meraup laba sekitar 30 pers­en. Sehingga, balik modal bisa di bawah enam bulan.

Dia menyarankan mitra memilih lokasi usaha yang dilalui banyak orang. Andi menargetkan bisa memiliki mitra seban­yak-banyaknnya di seluruh Indonesia.

(Apriyadi/KTN)