Untitled-8BOGOR, Today – Pendidikan kehutanan masih dianggap se­bagai bidang yang tidak prospektif. Padahal, peluang kerja sarjana kehutanan semakin tinggi. Terutama tenaga penyuluh kehutanan yang kian dicari dan dibutuhkan Indonesia. Kepala Program Studi Penyuluhan Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Nusa Bangsa (UNB) Bogor, Bambang Supriono, S.Hut, M.Si, memaparkan, peluang itu muncul salah satunya karena kian banyak hutan rusak di Indonesia, termasuk kondisi hutan yang kini tengah terjadi di Sumatera. “Hutan yang rusak itu membuat pemerintah membutuhkan sarjana kehutanan untuk memperbaikinya,” kata Bambang di Kampus UNB, jalan Jl.K.H. Sholeh Iskandar Km – 4, Kec. Tanah Sareal Kota Bogor.

Saat ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memang tengah menghadapi krisis tenaga kerja pe­nyuluh. Setiap tahun, Kementerian Kehutanan memerlukan lebih dari 20 ribu orang penyuluh kehutanan. Bambang juga menerangkan , program Bakti Sarjana Kehutanan (Basahut) juga membuka peluang dengan kebutuhan rata-rata 3000 orang per tahun. “Tingginya kebutuhan penyuluh membuat kami memperluas kesempatan untuk menerima mahasiswa Program Penyuluhan Kehutanan di Fakultas Kehutanan,” kata Bambang. Dia berharap lulusan jurusan penyuluhan dapat memenuhi kebutuhan di negeri ini dan sudah pasti menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan dan dicari.

Menurutnya peluang untuk bekerja sebagai penyuluh san­gat tinggi karena tidak banyak perguruan tinggi di Indonesia yang membuka program/jurusan penyuluh. Selain UNB Bogor, diantaranya ada juga Universitas Andalas Padang, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Pertanian Bogor. “Kami akan me­nyiapkan mahasiswa program D3 untuk menjadi penyuluh kehutanan dengan bantuan beasiswa dari Himpunan Asosiasi Pengusaha Flora dan Fauna Indonesia (HAPFFI), dalam hal ini Asosiasi Industri Reptil dan Amphibi Indonesia (AIRAI), den­gan jumlah beasiswa 10 juta rupiah,” paparnya. Bam­bang melanjutkan, selain beasiswa, ma­hasiswa yang saat ini mendaftar juga akan mendapat p e r t i m b a n g a n penempatan ker­ja setelah lulus di KLHK Republik Indonesia.

Sebab itu­lah, lulusan SMA/ SMK masih di­beri kesempatan untuk meman­faatkan peluang ini dalam Program D3 Penyuluh Kehuta­nan, Fakultas Kehutanan UNB, Bo­g o r . Selain kebutuhan bang­sa untuk menyelamatkan hutan Indonesia, tentu saja jami­nan keahlian akan men­jadi keber­hasilan di masa men­d a t a n g , mengin­gat kom­petensi i n i masih sangat jarang dimiliki di Indo­n e s i a .

(Rifky Setiadi)