foto-persib-bandung-vs-martapura-fc-piala-presiden-2015-SIM_8104BOGOR TODAY – Sebelumnya Maung Bandung bermain di kandang sebanyak dua kali di QNB League sebelum kompetisi tersebut dihenti­kan.

Begitu juga saat fase grup Piala Presiden, Persib bermain di Bandung yang ditunjuk sebagai host. Meski be­gitu sang arsitek, Djajang Nurjaman, tidak khawatir dengan hal itu karena sejak musim lalu Persib tangguh saat bertandang.

Sejak musim 2014 Persib begitu perkasa saat tampil di kandang la­wan karena hanya takluk di tangan Semen Padang dengan skor 3-1. Se­dangkan di kompetisi Asia, Firman Utina dan kawan-kawan juga cuma menyerah dari Hanoi T&T.

“Soal away buat saya tidak jadi sesuatu yang membuat harus pesi­mis. Saya anggap ini rangkaian kompetisi lalu dan sudah dilakukan dengan baik. Meski tahun ini cuma turnamen, tapi mental anak-anak kita lebih baik dari sebelumnya. Jadi saya optimis lah,” ujar pelatih 57 ta­hun itu saat ditemui di Mess Persib, Senin (14/9).

Persib sendiri mendapat jatah bermain tandang terlebih dahulu di babak delapan besar sesuai regulasi dari Mahaka. Janur menilai kebijakan itu memang sengaja dibuat karena bermain away lebih dulu merupakan sebuah keuntungan.

Menurutnya apabila tim tandang bisa meraih hasil imbang atau bah­kan menang, akan lebih mudah menghadapi leg kedua di kandang.

“Kenapa dibuat seperti itu karena seb­agai hadiah juara grup. Yang away dulu itu yang juara grup. Logikanya lebih menun­tungkan secara psikologis,” tuturnya.

Mengenai catatan Pusamania Bor­neo FC yang banyak mencatatkan gol lewat titik putih di kompetisi Divisi Utama 2014, Janur yakin bantuan itu tidak akan terjadi lagi kali ini.

“Soal wasit saya percaya, kinerja mereka sudah baik. Tekad dari EO dan semua, mereka sangat berharap pertandingan berlanjut dengan posi­tif. Meski kita kenal seperti itu (ban­yak gol penalti)tapi kita berharap tidak terjadi lah,” tandasnya.

Kondisi Pemain Membaik

Beberapa pemain Persib yang ber­tumbangan kini mulai meninggalkan meja perawatan. Nahkoda Maung Bandung, Jajang Nurjaman, men­gatakan saat ini cedera yang dialami pasukannya semakin membaik.

Hanya tinggal Zulham Zamrun yang dipantau kondisinya setelah menderita cedera hamsting kala menaklukan Martapura FC di laga pa­mungkas group stage Piala Presiden.

“Perkembangannya Alhamdulil­lah pemain kita tidak ada yang cedera serius, cuma Zulham paling yang ma­sih harus dipantau. Untuk cedera apanya, bahasa dok­ternya tanya sendiri,” ujar Djajang.

Meski begitu pemain asal Ternate itu merasakan ke­luhan di kakinya semakin membaik. Sehingga peluang dia untuk main menghadapi Pusamania Borneo FC ma­sih terbuka.

Tinggal Dedi Kusnandar yang mesti memulihkan cedera jempol kakinya yang retak dan mesti menepi tiga pekan.

“Beberapa hari ini, Zul­ham sendiri sudah me­nyatakan lebih baik. Yang pasti Dedi yang ga bisa main di pertandingan 8 besar. Su­pardi, Ridwan oke, Atep juga ga apa-apa, Ilija Spasojevic juga sudah bisa main. Cukup waktu lah buat mereka pu­lih,” lanjutnya.

Mengenai kemungki­nan Persib akan melakoni uji coba sebelum mengha­dapi PBFC, Janur menegas­kan pihaknya hanya akan fokus dalam berlatih sambil menunggu pemainna pulih.

Hanya saja intensitas latihan mer­eka akan ditambah termasuk porsi latihan yang dilakukan sebanyak 2 kali sehari.

(imam)