10485524_517964624970305_8220382348446530867_nFood truck adalah salah satu konsep bisnis kuliner yang sedang ngetren. Awalnya konsep food truck tersebut berasal dari Amerika. Mereka menjajakan menu-menu dengan menggunakan truk. Tren tersebut kemudian mulai menular ke negara lain termasuk Indonesia. Salah satu anak muda kreatif asal Indonesia juga turut memanfaatkan euforia food truck sebagai salah satu peluang bisnis yang menjanjikan. Sebut saja Andre Tandari yang membesut bisnis bernama Taco Truck.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Mengawali bisnis kuliner di atas truk sejak tahun 2013, Andre Tandari bersama ketiga rekannya optimis untuk mengembangkan bis­ni s unik tersebut. Sebenarnya Andre sama sekali tidak pernah tinggal di Amer ika dan saat itu belum mengenal konsep food truck. Ide untuk memulai bisnis food truck justru berasal dari salah seorang teman Andre yang pernah menjadi koki di Los Angeles.

Berawal dari ide sederhana untuk mewu­judkan konsep food truck, Andre dan rekan-rekannya sepakat untuk memulai bisnis food truck yang diberi nama Taco Truck.

Untuk menyesuaikan diri dengan kon­sep food truck yang diusung, Taco Truck tetap menjadikan aneka menu khas Mek­siko sebagai salah satu menu utama. Tak hanya menjaga keorisinalitasan konsep food truck yang menjajakan hidangan Me­ksiko, aneka menu khas Meksiko juga dipi­lih karena jenis hidangan ini belum terlalu populer di Indonesia.

Aneka menu khas Meksiko di Taco Truck juga sudah divariasikan sesuai den­gan selera masyarakat Indonesia. Di samp ­ing itu, ada pula menu-menu lainnya sep­erti quesadillas dan burrito yang menjadi menu favorit di Taco Truck .

Meski semu a makanan di Taco Truck disajikan secara cepat dan mudah dibawa, kita tak perlu khawatir dengan kehigieni­sannya. Sebab Taco Truck memasak semua bahan makanan di dapur kecil yang ter­jaga kebersihannya dan terletak di bagian dalam truk. Andre dan rekan-rekannya sudah menyiapkan beberapa perlengka­pan dapur sederhana seperti kompor dan kulkas untuk menjaga kebersihan bahan-bahan makanan yang nantinya akan diolah dalam waktu singkat.

Karena menggunakan truk sebagai media untuk menjual makanan, pasti tak mengherankan kalau Taco Truck selalu berpindah-pindah dari lokasi yang satu ke lokasi yang lainnya. Taco Truck pertama kali beroperasi di Kelapa Gading sebelum berpindah ke kawasan lainnya seperti Menteng, Pluit sert a beberapa daerah di Jakarta Selatan.

Demi membidik anak muda sebagai target pasar, Taco Truck juga mengusung teknik pemasaran modern melalui pro­mosi media sosial. Hasilnya, banyak sekali anak muda yang tertarik untuk mencic ipi menu-menu Taco Truck karena tampilan truknya yang unik dan eye catching serta rasa makanan yang istimewa. Mobil berje­nis Toyota Dyna yang dimodifikasi menjadi tempat bisnis berjalan tersebut bisa men­arik perhatian dari para pelanggan setia Taco Truck. Pemilihan mobil ini didasari pada alasan ukuran yang memadai serta mudah dimodifikasi menjadi food truck yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Saat ini Taco Truck masih beroperasi dengan memanfaatkan lahan parkir di se­jumlah kawasan maupun pusat keramaian kota. Ke depannya, Andre dan kawan-kawannya berharap dapat membangun ko­munitas pebi snis food truck yang solid. Se­hingga nantinya komunitas pebisnis food truck tersebut bisa mendapatkan izin bis­nis secara resmi dari pemerintah. Hal ini dilakukan agar food truck tak perlu kesuli­tan mencari area terbuka untuk berbisnis.

Melirik Taco Truck yang memiliki omzet bisnis berkisar antara Rp5-6 juta rupiah per hari, apakah kita ter tarik untuk merintis bis­nis sejenis? Ya, konsep food truck boleh dibi­lang masih jarang yang menerapkan di Bo­gor. Nah, semoga bisa menginspirasi. (MAX)