biodata-menteri-keuangan-bambang-brodjonegoroJAKARTA TODAY — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyediakan lahan milik negara seluas 381 hektare un­tuk mendukung proyek sejuta rumah yang dicanangkan Pres­iden Joko Widodo. Jenis prop­erti yang akan dibangun di atas lahan senilai Rp 143 triliun itu nantinya berupa rumah susun sewa (rusanawa) di sejumlah daerah di Indonesia. Kota dan Kabupaten Bogor kecipratan dua bidang tanah yakni seluas 79,2 hektare.

Menteri Keuangan Bambang Brod­jonegoro menjelaskan, Barang Milik Negara (BMN) tersebut akan diberikan kepada Perusahaan Umum Pemban­gunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pemerintah Daerah, maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Jadi intinya jangan khawatir lagi soal lahan. Kita siapkan lahannya asal ada yang bangun rusunawanya. Yang penting bisa jadi rusunawa dan suatu saat untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Menteri Keuangan Bam­bang Brodjonegoro dalam konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Kamis (17/9).

Bambang menegaskan, tanah terse­but harus digunakan khusus untuk pembangunan rusunawa bukan untuk pembangunan lain seperti apartemen. “Jadi intinya jangan khawatir lagi soal lahan. Kita siapkan lahannya asal ada yang bangun rusunawanya,” katanya.

Terpisah, Direktur Jenderal Kekay­aan Negara, Vicentius Sonny Loho menjelaskan, lahan tersebut merupak­an lahan bekas milik Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang telah menjadi aset negara. Ia menjabarkan lahan tersebut tersedia di 10 daerah, jika ditotal seluruh lahan tersebut me­miliki nilai Rp 1,43 triliun.

Baca Juga :  India Hentikan Ekspor Gandum, Harga Roti Hingga Mie di RI Terancam Naik

Pemkot Geber Rusun

Proyek rusunawa di Kota Bogor se­benarnya sudah menjamur. Unit Pelaksa­na Teknis Daerah (UPTD) Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kota Bogor saat ini juga membuka pendaftaran bagi calon penghuni Rusunawa Cibuluh.

Kepala UPTD Rusunawa Kota Bo­gor Agus Gunawan mengatakan, warga Kota Bogor yang berniat menjadi calon penghuni Rusunawa bisa mendaftar langsung ke UPTD Rumah Sewa di kom­pleks Rusunawa Menteng atau Cibuluh. “Kami sudah membuka pendaftaran bagi calon penghuni Rusunawa Cibuluh sejak pekan lalu, jadi warga yang bermi­nat untuk segera mendaftar,” kata Agus.

Para pendaftar akan diseleksi ber­dasarkan pertimbangan penghasilan, jumlah keluarga dan kesungguhan dalam memenuhi syarat-syarat lain­nya. Terkecuali, bagi korban bencana, bisa langsung menempati hunian terse­but. “Pendaftaran dibuka hingga kuota habis. Namun dari 198 unit hunian yang ada, kami sediakan hunian bagi korban bencana 10 unit hunian,” lanjut Agus.

Meski pendaftaran baru dibuka pekan lalu, jumlah warga Kota Bogor yang berniat menjadi calon penghuni Rusunawa Cibuluh sudah mencapai 25 orang. Sebagian dari mereka berstatus kepegawaian buruh dan pekerja swasta dengan berpenghasilan di bawah Rp 3,5 juta perbulan. “Soal tarif belum ditetapkan, akan tetapi kami sudah me­nentukan tarif harga sewa terendah Rp 375 ribu, dan tertinggi Rp 450 ribu,” ujarnya.

Baca Juga :  Truk Bermuatan Kardus di Bogor Tabrak Pembatas Jalan Hingga Mobil

Bagi yang berminat untuk mendaft­arkan diri, Agus menambahkan, warga harus menyerahkan foto kopi kartu tanda penduduk (KTP) suami dan istri, kartu keluarga (KK), surat nikah, ket­erangan penghasilan, surat keterangan belum memiliki rumah dan pas foto.

Rusunawa Cibuluh yang berlokasi di Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bo­gor Utara itu berdiri di atas lahan seluas 10.600 m2. Pelaksanaan pembangu­nan dua gedung berlantai empat pada periode 2013 hingga 2014 itu meru­pakan bantuan dari Kementerian Pe­kerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan menelan dana sebesar Rp 27 miliar. “Bangunan fisik gedung sudah rampung, kini sedang menyelesaikan pengerjaan pemagaran termasuk dekat area sungai. Selain itu, pengaspalan ak­ses jalan masuk dan pemasangan insta­lasi listrik maupun air PDAM. Ditarget­kan awal 2016 sudah selesai semua dan siap dihuni,” tandasnya.

Sementara di Kabupaten Bo­gor, saat ini masih proses pengerjaan proyek rusunawa yang dibangun PT. Bangun Bumi Persada, di Cileungsi. Terdapat sekitar 192 kamar. Lokasi detilnya di Desa Limusnunggal, Keca­matan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

(Yuska Apitya Aji)