2015-06-28-13-08-10_Ilustrasi-pengguna-narkoba_thumb_634_350_cINI kabar memalukan bagi jagad pendidikan Indonesia. Sedikitnya 18 mahasiswa dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) diciduk Badan Narkotika Nasional (BNN) saat menggelar pesta narkotika jenis sabu dan ganja di Vila Ronatama, Desa Cidokom, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Minggu (21/9/2015) dinihari.

RISHAD NOVIANSYAH|YUSKA APITYA
[email protected]

Dalam operasi ini, petu­gas mengamankan 18 mahasiswa karena posi­tif menggunakan nar­kotika. Selain itu, BNN menemukan barang bukti sejumlah paket ganja kering dan lintingan gan­ja bekas dihisap.

Kepala BNN Kabupaten Bogor Nugraha Setya Budhi mengatakan, sebanyak 108 mahasiswa yang ada di vila dites urine. Hasilnya, sebanyak 18 orang dinyatakan positif. BNN akan merehabilitasi 12 orang mahasiswa karena sebagai pengguna. “Enam orang ditahan untuk dilakukan pen­dalaman karena diduga sebagai pengedar narkotika jenis ganja,” kata Budhi, Minggu (20/9/2015) pagi.

Budhi mengatakan, mahasiswa yang positif mengkonsumsi narkotika 15 orang pria dan 3 lainnya wanita. Khusus untuk 6 maha­siswa, petugas akan melakukan penggela­dahan di rumahnya masing-masing. Dalam penggerebekan, BNN Provinsi Jawa Barat mengamankan juga seorang komedian yang menjadi pembawa acara di kegiatan tersebut. “Hasil urinenya positif,” sambung Budhi.

Baca Juga :  13 Golongan Tarif Listrik PLN Non-Subsidi yang Bakal Naik

Penggerebekan melibatkan personel gabungan dari BNN Pusat, BNN ProVinsi Jawa Barat, BNN Kabupaten Bogor dibantu Polisi Militer dan Polsek Cisarua. BNN yang telah lama mengincar pengedar di kalangan kampus mendapatkan informasi ada pesta narkotika yang melibatkan mahasiswa se­buah perguruan tinggi di Jakarta.

Sejumlah petugas diturunkan melaku­kan pengintaian di seputar vila di Desa Ci­dokom, Cisarua, Puncak, kabupaten Bogor. Para mahasiswa sudah berada di vila sejak Jum’at, 18 September 2015. Puluhan petu­gas BNN melakukan penggerebekan pada malam terakhir acara Pentas Seni Liter 5 Mahasiswa Institut Kesenian Jakarta.

Kedatangan petugas BNN membuat terke­jut para mahasiswa yang berkumpul di halaman vila. Di areal ini didirikan panggung kecil sebagai pusat acara. Petugas menunggu sampai acara berakhir dan meminta semua mahasiswa me­masuki bangunan vila untuk dites urine.

Sempat terjadi kegaduhan saat petu­gas mengeledah barang milik mahasiswa. Bahkan, emosi mahasiswa sempat terpanc­ing dan nyaris terjadi aksi adu jotos dengan petugas. Mahasiswa tidak terima barang miliknya diperiksa. Sejumlah mahasiswa sambil berteriak rusuh sempat memukul-mukul kendaraan milik personel BNN.

Baca Juga :  Terkait Dana Mobil Ambulan, Warga Sipak Siapkan Audiensi Lanjutan

Kegaduhan mereda setelah petugas menembakan senjata api ke udara. Keri­cuhan diawali tudingan mahasiswa bahwa penggerebekan oleh BNN ilegal. Para maha­siswa pasrah dan mengikuti berbagai keten­tuan yang diminta BNN setelah pimpinan operasi menunjukan surat tugas resmi.

Hasil penggeladahan di area vila, dite­mukan puluhan puntung ganja sisa pakai, sejumlah paket ganja dalam kemasan plastik, ratusan botol minuman beralkohol, bong alat hisap sabu-sabu, jarum suntik, dan putaw sisa pakai. Petugas juga mendapati banyak maha­siswa sedang teler setelah menenggak miras.

Puluhan botol minuman beralkohol ter­lihat berjejer di meja makan yang dipasang depan panggung. Di setiap sudut halaman vila, botol kosong minuman berserakan. Bahkan, di sekeliling panggung, banyak ditemukan puntung ganja sisa pakai. “Ini ada juga temuan kondom bekas pakai,” ujar seorang petugas saat menyisir tenda-tenda tempat tidur mahasiswa yang mengikuti pentas seni Liter 5 tersebut.

15 orang diantaranya pria dan sisanya wanita. Sementara sang pembawa acara yang kental berlogat Sunda, diamankan BNNP lantaran positif menggunakan nar­kotika. (*)