WASHINGTON TODAY – Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, mengatakan pemeluk Islam bisa menjadi presiden Amerika.

Clinton menyampaikan pernyataan ini melalui Twitter, hari Senin (21/09), sehari setelah bakal capres Republik, Ben Car­son, mengatakan bahwa Islam tidak cocok dengan konstitusi Amerika. Carson lebih lanjut mengatakan dirinya tidak setuju jika seorang Muslim menjadi presiden AS.

Baca Juga :  Kourtney Kardashian dan Travis Barker Menikah di Italia Setelah Menjalin Hubungan Selama Setahun

Tapi Clinton tak sependapat. “Apakah seorang Muslim bisa menjadi Presiden Amerika Serikat? Dalam satu kata: Ya,” kata dia.

Mantan menteri luar negeri dan ibu negara AS ini melengkapi tweet-nya dengan pasal 6 undang-undang dasar Amerika. Hingga Senin malam pernyataan Clinton tersebut di-retweet sebanyak lebih 3.300 kali dan difavoritkan oleh 4.000 pengguna Twitter. Isu Islam hangat di panggung politik Amerika dalam be­berapa pekan terakhir.

Baca Juga :  Kourtney Kardashian dan Travis Barker Menikah di Italia Setelah Menjalin Hubungan Selama Setahun

Selain Carson yang mengatakan tak setuju jika pemeluk Islam menjadi pe­mimpin Amerika, Donald Trump -pesaing Carson di bursa bakal capres AS dari kubu Republik- tidak mengoreksi pendukung yang mengatakan Presiden Barack Obama “adalah Muslim”.

Pendukung Republik di kampanye Trump juga mengatakan bahwa Islam “telah menjadi masalah” di Amerika.

(Yuska Apitya/net)